presiden parkSeoul, LiputanIslam.com — Presiden Korsel Park Geun-Hye, hari ini (13/6) mengumumkan perombakan besar-besaran kabinetnya dengan memecat 7 pejabat menterinya.

Ini adalah perombakan pertama kabinetnya sejak Park menjabat Presiden satu setengah tahun lalu, sebagai upaya Park merebut kembali kepercayaan publik setelah tragedi feri Sewol yang menewaskan 300 penumpangnya April lalu.

Pada tahap awal sebelumnya, Park telah mengganti kepala inteligen, penasihat keamanan dan perdana menteri. Disusul kemudian pada hari Kamis (12/6), Park mengumumkan pengangkatan 4 kepala sekretaris presiden baru.

Sedang dalam perombakan terakhir ini mantan menteri perdagangan Choi Kyoung-hwan diangkat menggantikan Hyun Oh-seok sebagai menteri keuangan. Perombakan juga terjadi untuk jabatan menteri pendidikan, kebudayaan, persamaan gender, keamanan internal, perburuhan dan sains.

Penggantian Hyun yang menjadi sorotan karena kinerjanya yang lemah diperkirakan tidak akan membawa perubahan berarti. Namun Park berharap Choi (59 tahun) mampu menjalankan program reformasi ekonomi yang diumumkan Februari lalu, yaitu mengurangi ketergantungan pada ekspor, meningkatkan permintaan domestik dan memperlonggar birokrasi.

Choi, mantan anggota parlemen senior dan pejabat partai berkuasa telah dilibatkan dalam koordinasi kebijaksaan antara partai dengan pemerintah sejak Park berkuasa.

Hari Jumat (13/6) Park berkata kepada para jurnalis lokal di parlemen bahwa ia merasa “sangat bertanggungjawab” terhadap pekerjaannya karena tragedi feri Sewol telah membebani ekonomi. Tingkat konsumsi mengalami penurunan, terutama sektor transportasi.

“Dalam hal ekonomi makro, kami percaya bahwa menkeu baru akan dapat memperbaiki kinerja ekonomi, namun juga membutuhkan langkah-langkah baru untuk mendorong permintaan domestik dan pasar properti,” kata pengamat ekonomi Kwon Young-sun tentang perombakan kabinet tersebut.

Choi adalah ahli ekonomi lulusan Yonsei University, Seoul, dan peraih gelar doktor di bidang ekonomi internasional University of Wisconsin.

Sementara penunjukan menteri-menteri baru tidak akan menjadi masalah, tidak demikian halnya dengan posisi perdana menteri yang masih harus mendapat persetujuan parlemen.

Seorang kandidat perdana menteri telah mengundurkan diri karena kecaman publik dan kandidat terakhir, Moon Chang-keuk, kini menghadapi kritikan karena pernyataannya yang kontroversial tentang rakyat Korea yang “malas”.

Moon hari Kamis kemarin telah menyatakan penyesalan atas pernyataannya tersebut, namun ia menolak untuk mundur dari pencalonan perdana menteri dan menyebut pernyataan tersebut telah “disalah artikan”.(ca/wall street journal)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL