kapal sewolSeoul, LiputanIslam.com — Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk membubarkan Satuan Pengawal Pantai setelah dianggap gagal melakukan penyelamatan dalam musibah tenggelamnya feri Sewol tanggal 16 April lalu yang menewaskan ratusan  penumpang. Demikian pernyataan Presiden Park Geun-hye dalam pidato yang ditayangkan televisi dengan disertai permohonan ma’af secara resmi, Minggu malam (18/5).

Menurut Presiden Park, untuk selanjutnya satuan baru pengawal pantai yang akan dibentuk hanya menjalankan fungsi penyelamatan. Adapun fungsi penyelidikan kecelakaan diberikan sepenuhnya kepada kepolisian.

Tragedi Feri Sewol tanggal 16 April lalu telah menewaskan 286 penumpang, sebagian besar dari mereka adalah pelajar sekolah menengah yang hendak berwisata ke Pulau Jeju. Selain itu sejumlah 18 penumpang lainnya masih belum ditemukan.

Meski menyalahkan tim penyelamat, Presiden Park menyatakan dirinya bertanggungjawab atas musibah itu.

“Tanggungjawab terbesar atas tindakan yang buruk itu ada pada saya,” kata Park.

Menurut Park, satuan pengawal pantai “gagal menjalankan tugas dasarnya” dan “lamban” melakukan tindakan penyelamatan yang mengakibatkan jatuhnya korban yang banyak.

Menurut Park, dalam kondisi seperti saat ini, satuan pengawal pantai tidak akan sanggup menghadapi bencana besar lainnya.

“Pengawal pantai terus bertambah besar, namun tidak memiliki personil dan anggaran yang cukup untuk menangani keselamatan laut, dan pelatihan untuk penyelamatan sangatlah kurang,” kata Park.

Untuk bisa diimplementasikan, rencana pemerintah ini harus disetujui oleh parlemen dimana partai pendukung Presiden Park menguasai sebagian besar kursi.

Berdasar penyelidikan penyebab terbalik dan tenggelamnya kapal feri Sewol adalah karena muatan yang terlalu banyak dan tidak diikat secara tepat. Selain itu kapal juga dianggap telah melakukan manuver yang terlalu ekstrim.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL