Russia's President Putin talks to journalists in Vladivostok

Sumber foto: al-Arabiya

Washington, LiputanIslam.com — Presiden Barack Obama, pada hari Minggu 16/3) mengumumkan bahwa AS dan sekutunya tidak akan pernah mengakui referendum Krimea meski 96 persen rakyat Krimea mendukung  Krimea bergabung Rusia.

Dalam pembicaraan telepon dengan Vladimir Putin, Obama mengisyaratkan sanksi tambahan pada Rusia, dan mengatakan bahwa referendum Krimea telah melanggar konstitusi Ukraina.

“Presiden Obama menekankan bahwa referendum Krimea yang telah melanggar konstitusi Ukraina dan terjadi di bawah tekanan intervensi militer Rusia,  tidak akan pernah diakui oleh Amerika Serikat dan masyarakat internasional,” demikian pernyataan dari Gedung Putih.

Obama memperingatkan bahwa tindakan Rusia telah melanggar kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial, dan dalam koordinasi dengan mitra Eropa, AS siap untuk membebankan “biaya tambahan” pada Rusia atas tindakannya.”

Tanggapan Putin: “Referendum itu sepenuhnya legal, sejalan dengan norma-norma hukum internasional dan Piagam PBB.”

Sementara itu, pengamat internasional menegaskan bahwa referendum Krimea memenuhi semua standar internasional dan menekankan bahwa para pengamat menyaksikan langsung pemungutan suara, dan  tidak melihat adanya penyimpangan/ kecurangan, seperti; menekan para pemilih. Kotak suara yang transparan juga memungkinkan pengamat internasional untuk melihat bahwa tidak ada manipulasi dalam referendum tersebut. (LiputanIslam.com/al-arabiya/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL