Sumber: presidenri.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Deputi Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Sholeh menanggapi tentang penggunaan celana panjang anggota Paskibraka Nasional 2019 putri yang ramai dibicarakan publik. Menurut Niam, keputusan itu merupakan hasil kesepakatan banyak pihak.

“Iya. Yang peserta putri dimungkinkan pakai celana panjang. Ini salah satu keputusan dalam rapat koordinasi pelaksanaan diklat paskibraka 12 Juli yang lalu, yang diikuti oleh pihak-pihak terkait. Bukan keputusan sepihak. Ini juga didasarkan pada Perpres yang baru,” katanya di Jakarta, pada Minggu (29/7).

Menurutnya soal seragam itu sudah melalui kesepakatan rapat yang dihadiri sejumlah pihak yang terdiri dari panitia, pembina, dan pelatih dari Garnisun, dari Setpres, Kementerian Kominfo, PPI, dan Kemenpora. “Rapat saya pimpin langsung. Agendanya adalah persiapan diklat paskibraka. Salah satu subagenda pembahasan adalah soal seragam. Soalnya, dulu pernah ada yang kebesaran, dan ada yang ngepres,” ucapnya.

Aturan Penggunaan Celana panjang bagi perempuan ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi. Pasal 4 Perpres ini mengatur penggunaan rok atau celana panjang bagi perempuan. “Perpres ini diundangan 23 Agustus 2018. Jadi pada 2019 ini dilakukan penyesuaian dengan Perpres baru”, ujar Niam.

Baca: Kemenpora Terus Dorong Anak Muda untuk Berwirausaha

Penjelasan ini, lanjut dia, diharapkan dapat memberi pemahaman yang benar agar hal ini tidak lagi dikaitkan dengan sentimen keagamaan dan kelompok tertentu. “Kebijakan ini semata untuk tertib pelaksanaan dan penyesuaian terhadap aturan, yang didahului oleh kajian dan serap aspirasi. Jadi tidak ujug-ujug. Apalagi dikaitkan dengan isu macam-macam. Kita bekerja siang malam membersamai peserta untuk tugas nagara”, tambahnya. (aw/kemenpora/medcom).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*