yaroshMoskow, LiputanIslam.com — Rusia akan memasukkan pemimpin kelompok neo-Nazi Ukraina, Right Sector, ke dalam daftar buronan internasional karena menyerukan teroris Al Qaida untuk bergabung menyerang Rusia.

“Para penyidik meyakini bahwa Dmitry Yarosh telah secara terbuka mengundang kelompok-kelompok anti-Rusia untuk melakukan aksi-aksi ekstrim dan terror di wilayah Rusia,” kata Vladimir Markin, jubir Badan Penyidik Rusia (Investigative Committee), Rabu (5/3).

Markin menambahkan bahwa dalam waktu dekat Rusia akan meminta kepada Interpol untuk menangkap Yarosh. Sampai saat ini Yarosh belum masuk dalam daftar buronan karena hal itu menjadi kewenangan sepenuhnya Interpol.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (1/3), Yarosh, melalui jejaring sosial Rusia VKontakte, menyerukan kepada teroris paling dicari Rusia, Doku Umarov, untuk bergabung dengannya menyerang Rusia.

Dalam seruannya itu Yarosh mengatakan kepada Umarov, “Banyak orang Ukraina bersenjata yang mendukung militan Checnya melawan Rusia, dan kini saatnya untuk mendukung Ukraina.”

Umarov adalah pelaku beberapa serangan teroris di Rusia, termasuk serangan bom di Moskow Metro tahun 2010 dan pemboman di Domodedovo International Airport tahun 2011 yang menewaskan puluhan warga sipil Rusia.

Setelah seruan kepada Umarov itu, para penyidik Rusia hari Senin (3/3) mulai melakukan penyelidikan terhadap Yarosh. Jika terbukti, ia menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun di penjara Rusia.

Yarosh dengan kelompok Right Sector-nya yang dibentuk tidak lama setelah dimulainya aksi-aksi demonstrasi menentang pemerintahan Yanukovych bulan November 2013, sangat menonjol dalam aksi-aksi demonstrasi yang menggulingkan presiden Ukraina terpilih, Victor Yanukovych. Dengan kelompok-kelompok semi-militer yang sebagiannya bersenjata api, mereka sangat aktif melakukan perlawanan fisik terhadap aparat keamanan Ukraina maupun melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap kelompok-kelompok pendukung Yanukovych dan Rusia. Bahkan terhadap penduduk Ukraina yang tidak setuju dengan tindakan-tindakan mereka, mereka tidak segan-segan melakukan penganiayaan.

Dalam aksi-aksinya itu, Right Sector mendapat pelatihan dari beberapa veteran militer Israel, sementara sumber finansialnya berasal dari pemerintah barat dan para oligarch lokal.

Adapun Umarov yang merupakan anak emas kelompok al qaida itu, juga tidak terlepas dari kepentingan Amerika dan zionis internasional.

Pada bulan April 2013 situs Infowars menulis laporan yang menyebutkan bahwa Umarov merupakan binaan kementrian luar negeri Amerika melalui orgasisasi-organisasi seperti “National Endowment for Democracy” dan “Russian-Chechen Friendship Society”.(ca/al-alam/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*