Tepi Barat, LiputanIslam.com–Orangtua aktivis remaja Palestina Ahed Tamimi merilis sebuah video yang memperlihatkan anak mereka dilecehkan secara verbal oleh petugas Israel dalam sesi interogasi yang panjang dan penuh ancaman.

Ahed Tamimi (17) dikenal sejak kecil karena karakternya yang pemberani. Ia menjadi wajah resistensi rakyat Palestina ketika videonya menampar tentara Israel di depan rumahnya di desa Nabi Saleh menjadi viral.

Karena peristiwa tamparan itu, Ahed divonis 8 bulan penjara dan denda 5.000 shekel ($1,437) oleh pengadilan Israel.

“Sesi interogasi dilakukan setelah dilakukannya sejumlah metode tekanan fisik dan psikologi kepadanya,” kata ayah Ahed, Bassem Tamimi, dalam konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat pada Senin (9/4/18).

Basem menyebut anaknya telah didekam dalam isolasi dan secara reguler dipindah di lokasi yang berbeda-beda.

“Dia kekurangan tidur dalam waktu yang lama.  Dalam sesi final interogasi, [Ahed ditanya] selama 34 jam tanpa tidur,” imbuhnya.

“Ini adalah untuk menekankan pesan Ahed, pesan generasinya, bahwa kami bukan korban, kami pejuang untuk kebebasan,” tambah ayah Ahed. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL