najib razakKualalumpur, LiputanIslam.com — Badan anti-rasuah (korupsi) Malaysia menemukan adanya transfer ke rekening pribadi Perdana Menteri Najib Razak, hingga ratusan dollar, namun menyebut hal itu sebagai donasi dan bukan tindak pidana.

Hal itu pun menimbulkan pertanyaan tentang siapa pendonor yang rela mengeluarkan uang sebesar itu dan apa motifnya. Demikian laporan BBC News, Selasa (4/8).

Pernyataan badan anti-rasuah itu menindak-lanjuti mencuatnya ‘skandal’ pengiriman dana senilai hampir $700 juta, atau sekitar Rp10 triliun oleh BUMN investasi 1MDB ke rekening pribadi Najib Razak.

Meski Najib telah membantah kabar tidak sedap tersebut, namun tuntutan mundur-pun menerpa dirinya, termasuk dari pembantu-pembantu dekatnya. Minggu lalu ia memecat Wakil Merdana Menteri Muhyiddin Yassin, yang membuat pernyataan terbuka menuntut tanggungjawab Najib atas skandal itu. Bersama Yassin, sejumlah menteri juga dipecat Najib.

Tidak hanya itu, Jaksa Agung Abdul Gani Patail, yang memimpin penyidikan atas skandal itu juga diganti oleh Najib, meski media massa pemerintah menyebut kesehatan sebagai alasannya.

1MDB menyambut gembira pengumuman badan anti rasuah dan kembali menegaskan pihaknya tidak pernah mengirimkan dana ke rekening Najib sebagaimana rumor yang berkembang. Namun sejumlah tokoh oposisi dan antivis anti-korupsi menuduh Najib telah menggunakan kekuasaannya untuk menggagalkan penyelidikan kasus ini.

Najib sendiri menuduh skandal tersebut sebagai ‘sabotase politik’ yang didalangi oleh mantan pemimpin Malaysia Mahathir Mohamed untuk menggulingkannya dari kekuasaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL