226536-mh370Moscow, LiputanIslam.com — Di tengah-tengah harapan publik dunia yang semakin menipis untuk mendapatkan kejelasan tentang nasib pesawat MH370, surat kabar Rusia, Moskovsky Komsomolets, memberitakan pesawat Malaysia Airlines tersebut dibajak oleh kelompok teroris yang tidak dikenal di Afganistan. Pesawat bersama seluruh penumpang dan awak pesawat saat ini ada di Kandahar, dekat perbatasan Pakistan, demikian tulis media itu.

“Pesawat MH370 saat ini di perbukitan dengan kondisi satu sayapnya patah karena kemungkinan melakukan pendaratan yang berat. Semua penumpang selamat, mereka hidup dengan persediaan makanan minim,” tulis Komsomolets, dengan mengaku mengutip dari dinas intelijen Rusia. Parahnya, spekulasi ini juga disebarluaskan media-media mapan seperti Mirror.co.uk di Inggris dan The Daily Star di Malaysia.

Tentu saja laporan itu sangat sulit untuk diterima begitu saja. Misalnya saja, tidak ada penjelasan mengapa pesawat itu bisa menerobos wilayah beberapa negara sekaligus tanpa terdeteksi, padahal MH370 adalah pesawat terbang berbadan besar yang tidak mungkin lepas dari deteksi radar sederhana sekalipun. Lagipula, laporan itu hanya berdasar klaim “sumber inteligen Rusia”, tanpa identitas jelas.

Dan lihatlah ketidak konsistenan laporan tersebut, awalnya menyebutkan para teroris sebagai “tidak dikenal”, namun kemudian mengklaim mengetahui nama terorisnya sebagai “Hitch”.

“Para pilot tidak beralah, pesawat itu dibajak oleh teroris-teroris yang tidak dikenal.”

“Kami mengetahui nama teroris yang memberi perintah-perintah kepada pilot, namanya ‘Hitch’.”

Bagaimana pun, setidaknya untuk sementara, laporan itu bisa mengurangi tekanan publik terhadap pemerintah Malaysia untuk membongkar rahasia di balik hilangnya MH370. Publik Malaysia dibuat sibuk dengan teori baru ini. Sebagian masyarakat bahkan mulai menyalahkan Rusia karena menyembunyikan informasi ini.

Sebagaimana diberitakan berbagai media massa baru-baru ini, menyusul tuduhan pihak oposisi yang dipimpin mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim bahwa pemerintah Malaysia menyembunyikan informasi tentang hilangnya pesawat MH370, dikabarkan pemerintah tengah melakukan penyelidikan internal untuk menguak mengapa otoritas penerbangan sipil dan militer Malaysia tidak mengetahui pesawat MH370 telah berbelok arah dan terbang secara ilegal sejauh ratusan kilometer di atas wilayah udara Malaysia.

Namun sampai saat ini pun, pemerintah Malaysia sendiri tidak pernah mengumumkan secara resmi adanya penyelidikan internal ini.

Sementara itu tim pencari MH370 dari Angkatan Laut AS menyatakan akan menghentikan pencarian jika tidak lagi menemukan bukti atau sinyal terbaru. Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, Mark Matthews menyatakan tim pencari dari Angkatan Laut AS akan menghentikan pencarian jika tidak lagi menemukan bukti atau sinyal terbaru.

“Pasti akan datang waktunya kami melempar handuk putih saat sinyal kotak hitam benar-benar hilang,” ujar Matthews seperti dilansir Daily Mail, hari Sabtu (12/4).(ca/tempo.co/mirror.co.uk)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL