Foto: Press TV

Foto: Press TV

GazaCity, LiputanIslam.com – Tentara Israel semakin membabi buta menunjukkan kekejamananya. Hari ini (24/7) sebuah tank Israel menyerang sekolah yang dikelola oleh PBB di Jalur Gaza bagian utara. Atas serangan itu, sedikitnya 17 warga Plestina gugur sebagai syuhada, dan 200 orang lainnya terluka.

Seorang juru bicara dari  Badan PBB  yang menangani pengungsi Palestina (UNRWA), Adnan Abu Hasana, menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima peringatan apapun sebelum pasukan Israel berdatangan dan menembaki bangunan sekolah, yang difungsikan sebagai tempat pengungsian. Menurut dia, dalam dua hari ini Israel telah empat kali menyerang sekolah-sekolah di Jalur Gaza yang terkepung.

Padahal, menurut laporan Press TV,  sebagian besar pengungsi yang berada disana adalah orang-orang tua, wanita, dan anak-anak.

“Kami berkali-kali mengatakan kepada tentara Israel, untuk memberi peringatan terlebih dahulu karena kami tahu bahwa sekolah adalah tempat yang rawan. Kami katakan kepada mereka, agar memberi kami cukup waktu untuk melakukan evakuasi kepada para wanita dan anak-anak, juga Tim UNRWA, tetapi mereka tidak mengindahkannya,” ujar Abu Hasana.

Seperti dilansir Maan News Agency, kelompok pejuang Palestina, dari faksi Hamas, Jihad Islam, dan Komite Perlawanan Rakyat menyebut serangan Israel terhadap sekolah adalah kejahatan yang buruk, dan mereka bersumpah bahwa Israel akan membayarnya kelak.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa para pengungsi sedang duduk di halaman depan ketika artileri Israel mulai menghantam  mereka. Saksi mata lain mengatakan mereka melihat lima granat Israel memborbadir sekolah.

Ayman Hamdan, direktur rumah sakit Beit Hanun, mengatakan bahwa korban luka telah dipindahkan ke beberapa tempat pelayanan kesehatan di seluruh Beit Hanun. Ia juga menambahkan, atas semakin banyaknya korban yang berjatuhan akibat pembantaian yang dilakukan Tentara Zionis Israel, mereka membutuhkan lebih banyak Rumah Sakit untuk membantu menangani.

Jumat terakhir bulan Ramadhan, besok, telah ditetapkan sebagai Hari Al-Quds Internasional. Seluruh umat manusia di dunia, tanpa memandang bangsa dan agamanya akan turun ke jalan-jalan untuk menyuarakan dukungan kepada Palestina dan mengutuk penjajahan yang dilakukan oleh Rezim Zionis Israel. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL