UKRAINE-RUSSIA-CRISIS-POLITICS-KRAMATORSKDonetsk, LiputanIslam.com — Kakhawatiran para pemimpin Ukraina bahwa tentara yang dikirim untuk menumpas pemberontakan di Ukraina timur akan membangkang, ternyata terbukti. Setidaknya satu regu pasukan Ukraina dengan kendaraan pengangkut lapis baja, telah berpindah haluan menjadi pendukung pemberontakan dan mengibarkan bendera Rusia.

Ketika tank-tank dan kendaraan-kendaraan lapis baja pengangkut pasukan (APC) Ukraina memasuki kota Kramatorsk, Rabu (16/4), mereka dihadang oleh penduduk kota yang tidak bersenjata. Ratusan penduduk pun mengepung kendaraan-kendaraan pengangkut itu dan terlibat perdebatan dengan para tentara di atasnya.

“Anda tentara, Anda harus melindungi rakyat,” teriak seorang penduduk.

“Kami tidak ingin menembak, kami bahkan tidak ingin berada di sini,” jawab komandan tentara.

Percakapan serupa terjadi di tiap-tiap APC. Akhirnya APC-APC itu pun menjadi tempat diskusi politik antara penduduk dan tentara. Beberapa penduduk bahkan menaiki kendaraan-kendaraan itu untuk melihat-lihat.

“Tentara bersama rakyat!” teriak beberapa orang dan terdengar tepukan tangan yang riuh ketika para tentara meninggalkan APC mereka.

“Anak-anak, kamu bersama kami! Kamu hebat!” kata para wanita kepada tentara-tentara itu.

Sebanyak 6 kendaraan militer Ukraina di Kramatorsk bahkan terlihat telah “berpindah haluan” dengan mengibarkan bendera Rusia. Namun para pejabat Ukraina dan barat menyebut kendaraan-kendaraan lapis baja tersebut sebagai kendaraan militer Rusia yang menyusup.

Lebih jauh media Rusia RIA Novosti melaporkan sekitar 60 tentara Ukraina telah berpindah pihak dan mendukung para pemberontak di Kramatorsk.

“Kami melihat di sini, mereka bukanlah pemberontak atau teroris, melainkan rakyat biasa yang tidak akan kami perangi,” kata seorang prajurit yang membelot kepada RIA.

Semua pasukan yang membelot tersebut berasal dari wilayah Dnepropetrovsk yang berdekatan dengan wilayah Donetsk, yang bersama kota Kharkiv telah pusat gerakan pemberontakan di Ukraina timur.

Vladimir, seorang penduduk Kramatorsk mengatakan kepada Russia Today bahwa tentara-tentara Ukraina itu baru berusia antara 18-20 tahun dengan rambut yang baru dicukur yang menunjukkan mereka adalah rekrutan baru.

Ketika rombongan kendaraan lapis baja itu memasuki kota, penduduk menghadangnya dengan membentuk rantai manusia.

“Kedua pihak hanya diam beberapa saat, berdiri dan merokok, dan menunggu apa kehendak Tuhan selanjutnya. Kemudian anggota-anggota milisi tiba dan menyuruh penduduk untuk minggir untuk berunding. Tentara-tentara itu ditanya apakah mereka mau menyerah. Mereka berfikir sebentar, dan kemudian setuju,” kata Vladimir.

Kendaraan-kendaraan lapis baja itu pun selanjutnya digiring ke tempat yang aman oleh para milisi.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL