tentara korselSeoul, LiputanIslam.com — Tentara rekrutan baru yang menembak mati 5 rekannya hingga tewas di Korsel, akhirnya tertangkap setelah sempat diburu oleh ribuan tentara.

Sebagaimana dilaporkan BBC berdasar laporan pejabat kepolisian, Senin (23/6), Sersan Im, ditangkap setelah mencoba membunuh diri dengan menembakkan senjatanya ke dadanya. Ia kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit di kota Goseong.

Penangkapan tersebut mengakhiri pencarian dan pengepungan besar-besaran yang melibatkan ribuan tentara terhadap Sersan Im, di hutan di dekat pos dimana ia bertugas di dekat perbatasan dengan Korea Utara.

Pada hari Sabtu malam (21/6) Sersan Im melemparkan granat kemudian menembaki teman-temannya yang tengah bertugas di pos penjagaan terpencil di dekat perbatasan Korea Utara. Aksinya itu menewaskan 5 orang tentara yang tengah bertugas, sebelum Im melarikan diri dengan membawa senjata dan amunisi. Tujuh tentara lain mengalami luka-luka akibat serangan itu.

Insiden tersebut memaksa tentara mengerahkan ribuan personilnya untuk menangkap Im dan menjaga pemukiman penduduk dari serangan Im.

Sersan Im sempat terlibat tembak-menembak dengan tentara dan berhasil melukai seorang tentara. Seorang tentara lain terluka karena salah tembak rekannya.

Pada hari Minggu Im terpojok dan terkepung di hutan kecil dekat sekolah menengah di kota Goseong, namun menolak menyerah. Orang tuanya pun telah didatangkan untuk membujuknya menyerah, namun tidak membawa hasil.

Sebagian penduduk Goseong pada hari Minggu diungsikan untuk menghindarkan mereka dari tembakan.

Kantor berita Korsel “Yonhap” melaporkan bahwa Sersan Im menangis setelah ditangkap dan berbicara dengan orang tua dan saudaranya.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada Yonhap bahwa penyebab insiden tersebut adalah karena Sersan Im mengalami kesulitan dalam penyesuaian dengan dunia kemiliteran.

Sersan Im adalah anggota militer yang berasal dari program wajib militer dimana seluruh warganegara Korsel diwajibkan mengikuti program ini selama 2 tahun. Beberapa insiden serupa telah terjadi sebelumnya, diduga karena faktor “bullying” atau kesehatan mental.

Pada tahun 2011, seorang anggota marinir menembaki rekan-rekannya dan mencoba meledakkan diri dengan bom. 4 orang tentara tewas dalam insiden ini.

Bertugas di pos penjagaan perbatasan yang terpencil, dimana ancaman tembak-menembak dengan tentara Korut berlangsung setiap saat, dianggap sebagai salah satu tugas yang paling berat di antara personil militer Korsel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL