Ivan Velazquez Caballero, Zetas cartel No. 3 leader, arrestedMexico City, LiputanIslam.com — Tentara Mexico melucuti senjata semua polisi di kota Iguala, setelah terjadinya aksi pembantaian terhadap puluhan pelajar sekolah keguruan yang melakukan protes terhadap kesejahtaraan guru.

Sebagaimana laporan RIA Novosti, Selasa (7/10), keamanan di wilayah Iguala dan sekitarnya kini berada di tangan tentara federal, sementara semua polisi setempat dikirim ke pusat pelatihan kepolisian setelah senjatanya dilucuti. Mereka yang diduga terlibat dalam aksi pembantaian akan mendapatkan hukuman. Demikian keterangan Komisioner Keamanan Nasional Monte Alejandro Rubido Garcia.

Akhir bulan lalu sekelompok pelajar sekolah keguruan yang hendak melakukan demonstrasi mendukung hak-hak guru, diserang oleh polisi dan sekelompok warga sipil bersenjata di Iguala, negara bagian Guerrero. Dalam aksi tersebut 6 pelajar tewas tertembak, 17 terluka dan 43 orang menghilang setelah dibawa dengan kendaraan polisi.

Otoritas keamanan telah menahan 22 polisi yang diduga terlibat dalam aksi berdarah tersebut. Sementara Walikota dan kepala polisi setempat yang diduga menjadi dalang aksi kekerasan itu kini buron.

Akhir pekan lalu ditemukan kuburan massal di pinggiran kota Iguala yang berisi 28 mayat yang diduga bagian dari 43 pelajar yang hilang. Namun kondisi mayat-mayat itu sangat rusak sehingga sulit untuk dikenali. Demikian keterangan Kepala Kejaksaan negara bagian Guerrero Inaky Blanco.

Mexico sangat terkenal dengan mental aparat negaranya yang korup dan terlibat dalam praktik-praktik kejahatan terorganisir. Hal inilah yang mengakibatkan negara mengalami kesulitan menumpas kejahatan terorganisir, terutama obat-obatan terlarang, meski sudah belasan tahun beberapa Presiden Mexico melancarkan perang melawan kelompok-kelompok perdagangan obat-obatan terlarang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL