Raed al-Salihi mengibarkan bendera Popular Front For the Liberation of Palestine. (Photo by Maan)

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Seorang pemuda Palestina berumur 21 tahun tewas setelah ditembak oleh tentara Israel di dekat kamp pengungsi di kawasan selatan distrik Bethlehem, Tepi Barat, tiga minggu yang lalu.

Issa Qaraqe, kepala Komite Hubungan Tahanan Palestina, mengonfirmasikan tewasnya sang pemuda, Raed al-Salihi, di rumah sakit Israel pada pada Minggu (9/8/17) siang.

Menurut laporan dari kantor berita  Maan, mengutip perkataan Qaraqe, rezim Tel Aviv bertanggungjawab atas kematian sang pemuda. Salihi ditembak di perut dalam sebuah razia dini hari di kamp pengungsi Duheisha. Penduduk kamp lain, Aziz Arafeh, juga ditembak di bagian kaki.

Dua orang lain yang ditembak lalu ditahan oleh tentara Israel dan kemudian dibawa ke rumah sakit Israel, Hadassah, Yerusalem.

Adik Salihi bernama Bassam juga ditangkap dalam razia tanggal 16 Agustus.

Tak lama setelah insiden kematian Salihi, penduduk setempat melakukan protes di jalanan Duheisha. Menurut Maan, Salihi adalah warga ke-55 yang tewas oleh tentara Israel sejak awal tahun 2017.

Israel memang sering melakukan razia di kota, desa, dan kamp pengungsi Palestina di kawasan pendudukan Tepi Barat. Namun, akibat razia yang agresif, bentrokan sering terjadi antara pemuda Palestina yang melemparkan batu dan tembakan dari tentara Israel.

Berbagai organisasi HAM secara rutin mengutuk rezim Israel atas penggunaan kekerasan terhadap warga Palestina. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL