palestina-cancerGaza, LiputanIslam.com—Rezim Tel Aviv dilaporkan menghalang-halangi seorang wanita Palestina bernama Nadia al-Bakri (52), penderita kanker payudara yang ingin keluar dari Gaza untuk mendapatkan pengobatan.

Palestinian Center for Human Rights (PCHR), sebuah organisasi hak asasi Palestina independen, merilis laporan pada Senin (26/09/16) bahwa Bakri telah menderita kanker sejak tahun 2009. Dia sudah melakukan kemoterapi, operasi, dan pengobatan radiasi di Rumah Sakit Sheba di Tel Aviv. Namun, tentara Israel menutup gerbang keluar dari Gaza dan menghalangi Bakri untuk menjalani pengobatan.

Berdasarkan informasi dari PCHR, terkhir kali Bakri diperbolehkan pergi ke rumah sakit untuk melakukan check up adalah pada tanggal 27 December 2015.

Kantor berita Israel, Haaretz, melaporkan pada Juli tahun ini bahwa agensi mata-mata Israel, Shin Bet, mengatakan kepada Direktur Women’s Affairs Center di Gaza itu bahwa pengobatannya tidak masuk kriteria yang mendesak.

“Kebijakan Israel untuk menghalangi pasien menjalani pengobatan adalah kejahatan kamanusiaan,” kata PCHR.

“Kasus Bakri sama dengan kasus-kasus seluruh pasien Palestina di Jalur Gaza,” tambah mereka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL