Tepi Barat, LiputanIslam.com–Saudara dari aktivis muda Palestina Ahed Tamimi, Izz Al-Din Tamimi (21), tewas ditembak oleh tentara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, pada hari Rabu kemarin (6/6/18).

Seorang aktivis anti-pemukiman dari Nabi Saleh, Bilal Tamimi, mengatakan kepada WAFA bahwa tentara Israel mencegah tim medis Palestina mengobati Izz Al-Din sebelum pemuda itu dibawa pergi oleh para tentara.

Menurut informasi dari organisasi HAM B’Tselem, Tamimi ditembak dari jarak dekat oleh tentara Israel dan terluka serius. Ia meninggal tak lama setelah penembakan tersebut.

Saksi lain dari desa Nabi Saleh mengatakan kepada Haaretz bahwa Tamimi memang telah lama dicari oleh tentara Israel, dan bahwa tentara Israel memasuki desa itu untuk menangkapnya.

Izz Al-Din adalah satu dari keluarga besar Tamimi yang dibenci oleh rezim Israel selama beberapa bulan terakhir. Saudaranya yang terkenal karena menampar seorang tentara Israel, Ahed Tamimi (17), kini masih menjalani hukuman 8 bulan penjara.

Sebelum penangkapan Ahed, tentara Israel menembak sepupunya, Muhammad Tamimi, di kepala. Pihak Israel menentang cerita itu, dan menyebut Muhammad terluka karena jatuh dari sepeda. Keluarga Tamimi pun merespon klaim itu dengan memperlihatkan catatan medis dari rumah sakit Istishari di Ramallah bersama dengan foto x-ray Muhammad, yang jelas-jelas memperlihatkan peluru karet di tulangnya.

Sepupu Ahed yang lain, Nour Tamimi, juga sempat ditangkap dan bebas dalam 2 minggu, meski tidak ada tuntutan dan pengadilan atas dirinya. Pada Mei lalu, adik Ahed Tamimi, Waed, juga ditahan oleh pasukan Israel setelah desa tempat tinggal keluarganya diserang karena aktivisme mereka. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*