LiputanIslam.com-Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) latihan bersama  penanggulangan terorisme melalui Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia Darat Samudra Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa)-10AB/2019, selama sepekan, di daerah latihan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Isu terorisme dan radikalisme kini menjadi ancaman kemanusiaan yang dihadapi oleh bangsa-bangsa di dunia. Apalagi setelah adanya bom bunuh diri di Filipina yang menewaskan banyak warga.

“Tragedi yang menimpa sahabat kita di Filipina tentunya menjadi peringatan khusus baik kepada Indonesia dan Malaysia. Suatu mekanisme dan networking yang solid sangat diperlukan dalam rangka mengantisipasi serta menanggulangi bentuk-bentuk kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan ini,” tutur Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Baca juga: Pemerintah Diminta Tidak Abai Terhadap Korban Terorisme

Latgabma Malindo Darsasa-10AB/2019 yang diadakan sejak Jumat (19/7/2019) hingga 31 Juli 2019 ini melibatkan 234 personel TNI dan 136 personel ATM. Menurutnya, ratusan tentara ini akan melaksanakan serangkaian metode latihan mulai dari Subject Matter Expert Exchange (SMEE), Table Top Exercise (TTX), Force Integration Training (FIT), Tactical Floor Games (TFG), dan Field Training Exercise (FTX). (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*