national guardFerguson, LiputanIslam.com — Pemerintah negara bagian Missouri akhirnya mengerahkan tentara (Garda Nasional) untuk memadamkan aksi kerusuhan rasial menyusul penembakan terhadap seorang remaja kulit hitam di kota Ferguson.

Sebagaimana laporan BBC News, Senin (18/8), Gubernur Missouri Jay Nixon menandatangaani surat perintah pengerahan pasukan Garda Nasional untuk “membantu memulihkan kedamaian dan tata-tertib untuk melindungi warga Ferguson”.

Garda Nasional adalah tentara cadangan negara bagian yang bertanggungjawab kepada Gubernur, namun diorganisir oleh Angkatan Darat dan Angkatan Udara dan bisa dimobilisasi menjadi tentara nasional.

Keputusan pengerahan Garda Nasional terjadi setelah polisi terlibat bentrokan serius melawan demonstran, hari kedua ditetapkannya jam malam di Ferguson. Polisi mengatakan mereka mendapat serangan dan tidak ada alternatif lain selain melawan.

Kapten Ron Johnson mengatakan demonstran telah melempari polisi dengan bom molotov dan mendirikan barikade beberapa jam sebelum dimulainya jam malam.

“Pada siapa saja yang menuduh kerusuhan disebabkan oleh jam malam, saya mengingatkan bahwa kerusuhan terjadi 3,5 jam sebelum jam malam dimulai,” kata Johnson kepada para wartawan di Ferguson, kota kecil di pinggiran metropolitan St. Louis, Senin (18/8).

“Ketika kami melihat kekerasan, maka kami harus bertindak,” tambah Johnson.

Penembakan Michael Brown, remaja kulit hitam berumur 18 tahun yang memicu aksi demonstrasi damai hingga kerusuhan yang disertai penjarahan, terjadi tanggal 9 Agustus.

Polisi menyebut, Brown ditembak setelah menyerang polisi yang hendak menangkapnya setelah melakukan perampokan di sebuah toko bersama seorang temannya. Namun laporan yang berkembang menyebutkan Brown ditembak secara brutal setelah menyerahkan diri kepada polisi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL