Washington, LiputanIslam.com—Sekelompok tentara aktif dan pensiunan Amerika menggelar demonstrasi terkait pelecehan seksual di dalam militer AS. Demo ini dilakukan di depan Departemen Pertahanan, Washington D.C.

Demo pada Senin (8/1/18) ini diikuti oleh puluhan orang tentara. Mereka menyampaikan dukungan terhadap undang-undang usulan dari Kongres yang akan membuat korban pelecehan seks di dalam militer AS lebih mudah melaporkan kasusnya ke pihak yang berwajib.

Kebanyakan peserta demo adalah tentara wanita. Mereka membawa plakat bertuliskan “Penyangkalan bukan kebijakan”, dan “#MeTooMilitary,” yang merujuk kepada kampanye media sosial dengan tagar #MeToo mengenai penolakan kejahatan seksual di tempat kerja.

Kejahatan seksual di dalam militer AS telah menjadi masalah besar sejak lama. Selama 4 tahun terakhir, telah ada 20.000 kasus pelecehan seks yang dilaporkan oleh tentara.

Sementara, menurut laporan yang dirilis pada November lalu, Badan Pencegahan Kejahatan Seksual militer AS (SAPRO) mengatakan terdapat 20.300 kasus pelecehan yang disimpan sejak 2013.

Namun berdasarkan pengakuan banyak korban, angka yang asli jauh lebih tinggi dari itu. Belum lagi menurut laporan Pentagon, banyak korban yang diancam dengan serangan balasan jika berani melaporkan kasusnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*