lukman-jonan2Jakarta, LiputanIslam.com–Hingga hari ini siapa nama pengisi jabatan menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum diumumkan kepada publik. Namun sejumlah nama telah disebut-sebut dalam ‘bocoran’ yang tersebar di jejaring sosial. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Dirut KAI Ignatius Jonan adalah di antara nama-nama yang didiskusikan di media sosial.

Lukman Hakim dan Semangat Persatuan Umat

Lukman Hakim banyak didukung kalangan yang menyuarakan toleransi beragama dan persatuan bangsa. Wasekjen DPP PDI-P, Achmad Basarah misalnya, menilai bahwa Lukman tokoh yang gigih memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan.

“Saya kira itu kelihatan Pak Lukman secara politik dan ideologi cocok untuk menjadi menteri agama,” ucap Basarah, seperti dikutip Kompas (25/8)

Lukman memang tampil beda dengan Menag sebelumnya. Meski menjabat dalam periode singkat, beberapa gebrakan menag baru kian terlihat. Menyoal toleransi antar umat beragama, ia mulai melanjutkan penyelesaian konflik di Sampang. Pada bulan Juli lalu di rumah dinas menteri agama, Lukman Hakim Saifudin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh lintas agama. Lukman sempat gencar diberitakan telah meresmika Baha’i sebagai ‘agama baru’, namun hal itu telah diklarifikasi Lukman, yang menyatakan tidak pernah mengeluarkan keputusan demikian. Lukman juga secara tegas menyatakan LGBT dan nikah beda agama tidak bisa diterima.

Semangat Lukman untuk menciptakan kerukunan umat tercermin dalam doa yang dibacakannya pada pelantikan Presiden-Wakil Presiden kemarin (20/10).

“Ya Allah, jangan sisakan benci dan kesumat di hati kami. Pertemukan kembali hati kami untuk terus bersinergi membangun negeri. Sinarilah jiwa-jika kami dengan cahaya kearifan yang mampu menerima kemajemukan, mengatasi perbedaaan, membangun persatuan, keikhlasan berkorban demi bangsa dan negara. Berjuang menegakkaan Pancasila, merawat Konsitusi, menjaga NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil makmur, dan tetap bersemboyankan Bhinneka Tunggal Ika,” demikian antara lain doa yang diucapkan Lukman.

Ignatius Jonan, Penggusur Pedagang Kecil

Nama Ignatius Jonan disebut-sebut akan diangkat sebagai Menteri Perhubungan karena keberhasilannya membenahi PT KAI. Di  bawah kepemimpinan Jonan, PT KAI yang awalnya rugi kini sanggup mereguk untung. Pada 2008 silam, PT KAI masih rugi Rp 80 miliar, kini perseroan berhasil meraup untung hingga ratusan miliar sejalan perubahan strategi dan budaya SDM.

Namun Jonan dikritik karena kebijakannya membenahi PT KAI telah mengorbankan rakyat kecil dan mendahulukan pemodal besar. Jonan menggusur para pedagang di berbagai stasiun dan menggantinya dengan minimarket  yang berjejaring nasional – internasional, dan gerai makanan siap saji dengan nama-nama terkenal. Selain itu, harga tiket menjadi lebih mahal meskipun diimbali dengan tambahan pelayanan PT KAI semisal AC dan kebersihan.

Hal ini memunculkan seruan penandatangan petisi untuk menolak Jonan diangkat sebagai menteri. Penggagas petisi itu, Daus Cak, menulis, antara lain, “Pedagang kecil disingkirkan, dan yang disisakan hanyalah pedagang besar. Kebijakan ‘modernisasi’ stasiun kereta oleh PT KAI dibawah kepempinan Ignatius Jonan, telah menyingkirkan pedagang asongan dan kaki lima keluar dari stasiun dan menyisakan mini market modern dan gerai makanan siap saji. Anehnya, nama Ignatius Jonan, masuk dalam bursa menteri di kabinet Jokowi-JK. Padahal paradigma pembangunan dari Jokowi, sejak dari Solo hingga Jakarta adalah menggeser bukan menggusur rakyat kecil. Terkait dengan itulah, sudah sepantasnya bila Jokowi tidak menjadikan Ignatius Jonan menjadi menteri di kabinetnya.” (dw)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL