kapal nelayan ditangkap

foto: dailymail

Jakarta, LiputanIslam.com – Indonesia kembali menjadi buah bibir di media internasional atas ketegasannya dalam menindak pelaku illegal fishing. Ditenggelamkannya dua kapal berbendera Papua Nugini kemarin, Minggu, 21 Desember 2014 , disorot oleh media asing seperti dailymail.com, gulfnews.com, dan malaysiandigest.com.

Dailymail, media massa terkemuka di Inggris ini memberi judul besar dalam artikelnya,” Sekarang ketahuilah bahwa Anda berurusan dengan para pemburu! Angkatan Laut Indonesia meledakkan kapal ilegal dengan cara spektakuler setelah menawan dan menangkap awak kapal.”

Dalam laporannya, Dailymail menyebutkan bahwa Angkatan Laut Indonesia telah bertindak tegas dalam menghadapi para nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. (Baca: Pencurian Ikan adalah Kejahatan Luar Biasa)

“Kedua kapal ini ditangkap, dan akhirnya diledakkan di Teluk Ambon. Indonesia telah kehilangan sekitar 15,3 milyar euro pertahun akibat illegal fishing, dan diperkirakan ada 5.400 kapal ilegal yang beroperasi di negara itu,” tulis Dailymail. Hingga berita ini diturunkan, artikel di Dailymail telah dibagikan sebanyak 8.700 kali.

Sementara itu, situs theglobeandmail.com, menjadikan foto dua kapal yang diledakkan ini menjadi salah satu foto terbaik dari seluruh dunia, yang mengabadikan peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Desember 2014.  (Baca: Jokowi: Ribuan Kapal Ilegal, Masa Ditenggelamkan Cuma 3?)

“Dua kapal asing berbendera Papua Nugini dihancurkan oleh Angkatan Laut Indonesia, setelah terbukti melakukan praktek pencurian ikan di teritorial Indonesia,” demikian keterangan pada foto tersebut.

Seperti diketahui, dua kapal tersebut akhirnya ditenggelamkan oleh TNI AL, sebagaimana keputusan Pengadilan Negeri Ambon. Saat disita, kedua kapal ini membawa hasil tangkapan ikan dengan total 63 ton. (Baca: Dua Kapal Pencuri Ikan Berbendera Papua Nugini, Ditenggelamkan)

Dari laporan merdeka.com, penenggelaman dua kapal tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Armada Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Arie Henriycus Sembiring Meliala didampingi Danguspurlatim, Danlantamal IX Ambon, Wakapuspen TNI, Kadispenal, Kejati Maluku, Danrem 151 Binaya dan Dirpolair Polda Maluku di perairan Ambon, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

“Tindakan penenggelaman dua kapal ini dilakukan untuk menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tegas dan tidak main-main terhadap kapal asing yang mencuri ikan secara illegal di perairan Indonesia,” kata Pangarmatim, dalam siaran pers yang dikirimkan Puspen TNI.

Lebih lanjut dijelaskan, bagi prajurit TNI, perintah menembak dan menenggelamkan kapal asing yang melakukan operasi secara ilegal di wilayah yurisdiksi nasional Indonesia, tidak semata-mata demi menyelamatkan kekayaan negara dan pelanggaran pidana, akan tetapi juga merupakan sanksi karena melakukan pelecehan terhadap kedaulatan negara.

“Siapapun yang melanggar atau melecehkan hukum nasional-Indonesia wajib ditindak tegas, agar dapat memberikan efek jera kepada kapal-kapal ikan asing lainnya yang berniat memasuki wilayah perairan Indonesia untuk melakukan tindak pidana pencurian ikan,” tambahnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL