donetsk clashKiev, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit terjadi sehari menjelang pemilihan umum di wilayah separatis Ukraina timur, Sabtu (1/11).

Pertempuran berkecamuk terutama di wilayah sekitar Bandara Donetsk. Ledakan-ledakan artileri juga terdengar di dalam kota Donetsk. Demikian kantor berita RIA Novosti melaporkan.

“Ledakan-ledakan artileri terdengar dari seluruh penjuru kota,” demikian pernyataan pemerintahan separatis Donetsk kemarin seraya menambahkan, pertempuran itu tidak mengganggu transportasi di dalam  kota.

Belum ada keterangan tentang jumlah korban dalam pertempuran itu. Bandara internasional Donetsk yang saat ini dikuasai pasukan pemerintah, menjadi wilayah pertempuran paling sengit dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu hari Sabtu (1/11) menjadi hari paling sibuk bagi pemerintahan separatis Donetsk dan Luhansk, dua provinsi di Ukraina timur yang memisahkan diri dari Ukraina, paska Revolusi Maidan bulan Februari lalu yang menumbangkan pemerintahan Presiden Victor Yanukovych. Otoritas pemilu menyiapkan ribuan TPS menjelang pelaksanaan pemilu yang akan digelar hari Minggu ini (2/11).

Pemilu yang pertama kali digelar oleh pemerintahan separatis di kedua wilayah itu akan menentukan pemimpin-pemimpin daerah dan legislatif daerah. Pemilu ini akan diawasi oleh pengamat dari AS, Perancis dan Jerman.

Menurut Ketua Komisi Pemilu Donetsk hasil penghitungan suara akan diumumkan hari Minggu petang.

Pemilihan umum ini merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan gencatan senjata tanggal 5 September lalu dan diperkuat oleh UU pengakuan status khusus oleh pemerintah Ukraina terhadap wilayah Donetsk dan Luhansk.

Dalam undang-undang status khusus itu ditetapkan bahwa pemilihan lokal akan digelar pada tanggal 7 Desember mendatang. Namun pemerintahan separatis menetapkan sendiri pemilihan tersebut menjadi tanggal 2 November.

Pemerintah AS, Uni Eropa dan PBB telah menyatakan penolakannya atas pemilihan yang digelar hari Minggu (2/11) ini. Sementara Rusia mengatakan akan mengakui hasil pemilu dan menyebutkan sebagai langkah “mempromosikan legitimasi kekuasaan” di wilayah itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL