warga kashmirSrinagar, LiputanIslam.com — Ribuan warga Kashmir India melarikan diri setelah terjadinya tembak-menembak pasukan perbatasan India dan Pakistan di perbatasan kedua negara di Kashmir.

Setidaknya telah 10 pasukan India dan Pakistan serta warga sipil yang tewas dalam tembak-menembak yang berlangsung minggu lalu. Kedua pihak saling menuding sebagai pemicu tembak-menembak. Demikian seperti dilansir BBC News, Selasa (6/1).

Tembak-menembak ini terjadi menjelang kunjungan Menlu AS dan Presiden Barack Obama tanggal 26 Januari mendatang. Otoritas setempat mengatakan bahwa lebih dari 10.000 warga India yang tinggal di Kashmir telah meninggalkan rumah mereka.

“Kami beruntung bisa lolos dari bahaya, situasi seperti dalam perang,” kata Sham Kumar (54 tahun), seorang warga Kashmir-India kepada BBC.

“Pasukan Pakistan menggunakan senjata-senjata jarak jauh. Ini adalah tembak-menembak terbesar selama ini,” tambahnya.

Ia mengatakan telah meninggalkan kampungnya setelah sebuah bom meledak di sekolah sekitar 3,5 km dari perbatasan.

BBC melaporkan, tembak-menembak masih berlangsung hari Selasa (6/1).

“Tembak-menembak masih berlangsung dan kami memberikan balasan yang setimpal kepada Pakistan,” kata seorang pejabat militer India kepada BBC.

Sebaliknya Pakistan mengklaim, Senin (5/1) bahwa pihaknya hanya memberikan balasan yang efektif kepada India.

Minggu lalu pasukan India di Kashmir menewaskan 4 tentara Pakistan di perbatasan setelah pasukan Pakistan menewaskan seorang prajurit India.

Ketegangan di perbatasa kedua negara kembali memanas tahun lalu dengan diwarnai berbagai aksi tembak-menembak. Pada bulan Oktober lalu 9 tentara Pakistan dan 7 tentara India tewas setelah terlibat saling tembak di perbatasan yang berlangsung selama beberapa hari.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*