nsaWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang pria dipastikan tewas dan seorang pria lainnya luka serius menyusul terjadinya tembak-menembak di pintu gerbang markas badan intelegen nasional AS, National Security Agency, di dekat Washington, Senin (30/3).

Kantor berita BBC News melaporkan, Senin petang (30/3), para petugas keamanan NSA menembaki kendaraan yang tidak mengikuti perintah dan menyerang sebuah mobil polisi yang menghalangi jalan. Seorang petugas menyebutkan orang-orang di dalam mobil itu mengenakan dandanan seperti wanita.

Seorang penumpang kendaraan tersebut tewas di tempat sementara seorang lainnya terluka serius dan harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Insiden itu terjadi Senin pagi waktu setempat, ketika setidaknya 2 orang di dalam mobil berusaha menerobos ke dalam kompleks National Security Agency di bagian Fort Meade. NSA dalam pernyataannya mengatakan bahwa penumpang di dalam kendaraan itu menolak mengikuti perintah petugas keamanan NSA untuk meninggalkan wilayah terlarang.

Badan penyidik federal FBI kini mengambil alih penyidikan insiden itu.

“Kami tidak percaya ini terkait dengan terorisme,” kata Jubir FBI wilayah Baltimore Amy Thoreson kepada BBC.

Presiden Barack Obama telah mendapatkan informasi tentang insiden ini. Demikian para pejabat Gedung Putih menyebutkan.

Kompleks Fort Meade yang terletak sekitar 30 menit dari ibukota Washington DC, adalah rumah bagi sekitar 40.000 pegawai sipil dan militer NSA dan lembaga-lembaga inteligen lain, termasuk sebagian keluarga mereka.

Kompleks tersebut menampung beberapa satuan inteligen seperti US Cyber Command, US Defense Information School selain NSA sendiri.

Keberadaan NSA menjadi terkenal setelah Edward Snowden, mantan pekerja kontraktor di lembaga itu, membocorkan ribuan surat-surat elektronik dari seluruh dunia yang diretas oleh NSA.

Sebelumnya di bulan Maret, petugas-petugas FBI menangkap seorang pria yang menembaki kompleks itu dari sebuah jalan raya. Namun tidak ada indikasi adanya kaitan antara dua peristiwa ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*