Caracas, LiputanIslam.com–Pemerintah AS tengah mempertimbangkan penjatuhan sanksi berupa embargo minyak kepada Venezuela dalam rangka menambah tekanan kepada presiden negara itu, Nicolas Maduro.

Menurut informasi dari seorang pejabat AS pada Rabu (28/2/18), sanksi tersebut akan dikenakan kepada perusahaan layanan minyak militer Venezuela dan dengan membatasi asuransi pengiriman minyak dari negara Amerika Latin itu ke AS.

Seperti dilansir dari Reuters, sanksi baru ini akan menargetkan sektor minyak Venezuela lebih dari yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Saya pikir (sanksi itu akan mengakibatkan) kejutan yang cukup kuat atas pasar minyak dalam jangka pendek,” kata pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu.

“Sanksi minyak kami tidak diperlakukan dengan enteng,” imbuhnya. “Ini akan menjadi eskalasi yang kuat dalam kebijakan AS.”

Venezuela merupakan pemasok minyak mentah terbesar keempat di dunia pada tahun 2017, berdasarkan data dari US Energy Information Administration. Penjualan minyak mentah negara itu ke AS pada tahun lalu merupakan yang terendah sejak tahun 1991.

Pemerintah Donald Trump pun dilaporkan tengah mempertimbangkan sanksi kepada tokoh senior militer dan politik Venezuela, salah satunya wakil presiden Partai Sosialis, Diosdado Cabello.

Sejumlah ahli menilai, sanksi baru AS ini berpotensi merugikan warga sipil Venezuela yang telah menderita akibat kekurangan suplai makanan dan hiper-inflasi, daripada merugikan pemerintah negara Amerika Latin itu sendiri. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*