Washington, LiputanIslam.com–Departemen Pertahanan AS tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan Unit Ekspedisi Marinir (MEU) bersenjata lengkap ke Asia Timur dalam rangka menekan pengaruh Cina di kawasan tersebut.

Menurut laporan Wall Street Journal pada Jumat (9/2/18), langkah ini dilakukan dalam rangka mendorong kehadiran militer di kawasan Asia Timur sesuai dengan rencana Strategi Pertahanan Nasional (NDS) yang dirilis pemerintah Trump pada Januari lalu.

NDS menekankan perlawanan terhadap Rusia dan Cina yang dianggap sebagai prioritas militer bagi AS. Disebutkan juga bahwa kehadiran MEU di Asia Timur akan membantu militer Amerika “meyakinkan negara-negara Pasifik untuk berpihak kepada AS” daripada dengan Cina.

MEU memiliki sekitar 2.200 marinir yang mampu mengoperasikan kapal perang amfibi. Mereka juga memiliki pesawat, tank, senjata berat, dan alat-alat perang lainnya sendiri.

Menurut laporan, pengerahan pasukan MEU ke Asia Timur akan membutuhkan waktu tujuh bulan.

“Saya percaya [Strategi Pertahanan Nasional] membuat kita mengadopsi sikap yang lebih global dan ini akan membentuk masa depan Angkatan Laut kita terutama di kawasan Indo-Pasifik,” kata Komandan Marinir AS, Robert Neller.

Menurutnya, MEU akan melakukan kegiatan seperti  patroli dan pelatihan militer, dan disiapkan untuk mengintervensi “jika sebuah konflik pecah.”

Meskipun begitu, sampai kini tidak ada pejabat militer yang menjelaskan jumlah persis pasukan MEU yang akan dikirim ke Asia Timur. Di Jepang sendiri, sudah ada 50.000 pasukan Amerika, dengan tambahan 30.000 di Korea Selatan dan 7.000 di Guam. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL