tank armataMoskow, LiputanIslam.com — Sebuah tank T-14 Armata Rusia mogok dalam acara gladi resik Pawai Kemenangan yang digelar di Moskow, Kamis (7/5). Namun tank tersebut kemudian berhasil berjalan lagi tidak lama setelah gladi resik itu selesai.

Tank T-14 Armata merupakan tank generasi terbaru Rusia bahkan dunia. Memiliki sistem pertahanan sendiri dan mampu dioperasikan dengan pengendali jarak-jauh, tank ini dipandang sebagai tank tercanggih di dunia dan kemunculannya dalam Pawai Kemenangan hari Sabtu (9/5) nanti menjadi salah satu daya tarik utama.

Ketika konvoi tank-tank tengah berjalan dalam gladi resik tersebut, tiba-tiba sebuah T-14 mogok dan awaknya mengibarkan bendera merah. Meski mesin tank tersebut masih hidup, tank tersebut tidak bisa digerakkan. Sebuah tank pemandu kemudian dikirimkan untuk menggandeng tank Armata tersebut, namun ternyata kemudian tank tersebut bisa berjalan kembali, tidak lama setelah acara gladi resik tersebut selesai.

Untuk mengurangi kekecewaan penonton panitia kemudian mengumumkan melalui pengeras suara bahwa acara ‘mogok’ itu suatu adegan yang telah direncanakan untuk menunjukkan bagaimana mengevakuasi tank yang mogok. Para penonton pun tertawa mendengar penjelasan itu, demikian seperti dilaporkan Reuters dan dikutip BBC News, Kamis petang (7/5).

Alexei Zharich, seorang eksekutif di perusahaan pembuat tank tersebut, Uralvagonzavod, menulis di akun Twitter bahwa tank tersebut ‘berhasil mengatasi masalahnya sendiri’ dan meninggalkan lokasi parade dengan aman.

Ia tidak bersedia menjelaskan tentang insiden itu karena hal itu menjadi tanggungjawab militer Rusia.

Rusia berencana mengoperasikan 2.300 tank Armata mulai tahun 2020.

Dalam Perang Dunia II, tepatnya bulan Juli dan Agustus 1943, Rusia terlibat perang tank terbesar dalam sejarah yang disebut dengan “Perang Kursk”, dimana sekitar 3.000 tank Jerman menyerang wilayah Kursk, 450 km barat daya Moskow. Rusia yang telah mengetahui rencana serangan Jerman itu menghadapinya dengan mengerahkan 5.000 tank. Perang ini dimenangkan oleh Rusia dan sejak itu Jerman terus terdesak hingga menyerah pada tanggal 9 Mei 1945.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL