nu online 2Jakarta, LiputanIslam.com — Guna menangkal berkembangnya gerakan radikal Islam di Jawa Timur, sekitar 400 kyai dari berbagai pondok pesantren menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Tujuannya, untuk bertukar informasi dan mencari langkah antisipasi bersama.

Salahudin Wahid selaku tuan rumah senang, pihaknya bisa menfasilitasi silaturrahim para kiai, kepolisian dan tokoh lintas agama dan etnis ini.

“Alhamdulillah, pertemuan yang dimaksudkan untuk berukar informasi antara para kiai dengan Kepolisian Jawa Timur bisa dilaksanakan disini,” ungkap kiai yang biasa di panggil Gus Sholah ini.

Menurut Gus Sholah, momentum ini sengaja dibuat sebagai langkah antisipasi adanya perkembangan organisasi radikal, yang sudah mulai merambah ke dunia pesantren, tentunya akan mengancam persatuan dan kesatuan.

“Sehingga, kami bersama para kiai dan tokoh lintas agama dan etnis bersama pihak kepolisian merasa penting untuk mencegah adanya hal itu sejak dini, serta kami berharap aka nada rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan ini,” paparnya, sebagaimana dilansir Nu Online.

Ia menambahkan, gerakan radikal seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) sudah membidik beberapa kota di Jawa Timur, misalnya seperti  Malang, Lamongan, Sidoarjo, bahkan Jombang.

“Maka perlu adanya formulasi untuk membatasi organisasi tersebut tidak berkembang di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Lamongan, Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Solekan mengatakan bahwa masih banyak warga di daerahnya yang menjadi anggota ISIS. Mereka saat ini berada di Irak.

Warga Lamongan berangkat ke beberapa negara di Timur Tengah, pada awalnya sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Sejumlah daerah di Kabupaten Lamongan, seperti Solokuro, Brondong, dan Kecamatan Paciran, merupakan asal TKI yang di sejumlah negara. Selain Timur Tengah, juga Malaysia.

Namun di negara tujuan, selain menjadi TKI, mereka juga mendalami masalah agama, dan kemudian terpengaruh paham radikal sehingga bergabung dengan teroris ISIS untuk ‘berjihad’. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL