Foto: Detik

Foto: Detik

Bandung, LiputanIslam.com — Pulang dari Jepang, Ridwan Kamil hendak tiru cara penanganan banjir ala negeri sakura tersebut. Saat ini, Bandung masih merupakan daerah langganan banjir. Seperti apa caranya?

“Waktu di Jepang kemarin, saya juga diterima Walikota Tokyo yang punya sistem canggih pengelolaan banjir. Saya belajar tentang manajemen banjir,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (17/56/2014).

Menurut Emil, manajemen darurat banjir yang diadaptasi dari Jepang tersebut adalah setiap sungai ada meteran yang dipasang CCTV.

“Sehingga nanti kalau ada air naik, di ruang kontrol bisa menginformasikan kalau sungai tersebut potensial banjir. Sehingga aparat kewilayahan bisa menginformasikan untuk segera dicegah,” jelasnya.

Menurut Emil, banyak hal-hal besar untuk perbaikan Kota Bandung yang membutuhkan dana besar. Untuk itu ia ‘mengetok’ pintu ke luar negeri untuk mencari bantuan. “Makanya saya banyak ke luar itu menghidupkan lagi jaringan waktu saya sebelum jadi wali kota. Jadi intinya, di luar negeri itu banyak pintu bantuan, tapi harus kita ketok. Jadi saya kemana-mana itu karena bagian dari ketok pintu,” tandasnya.

Sebelumnya pada tahun 2013, Ridwan pernah mewacanakan akan membangun danau untuk menampung air. Rencana itu sama dengan yang dilakukan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.

“Ya, rencana pembuatan danau masih dalam proses, tapi intinya kita akan upayakan,” janji Ridwan. (ba/kompas/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL