Sumber: Independensi

Jakarta, LiputanIslam.com — Dalam upaya menangani kombatan (FTF) dan mantan simpatisan ISIS (returnis) yang kini berusaha kembali ke negara masing-masing, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia dan Badan Anti Terorisme Belanda (Nationaal Coödinator Terrorismebestridjing en Veiligheid (NCTV)) adakan Workshop on Managing FTF Returnees from Syria Including Women and Children di Jakarta pada Senin kemarin (7/10).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H saat membuka kegiatan tersebut mengatakan tujuan diselenggarakan workshop diantaranya memberikan masukan dalam membuat peraturan terkait isu FTF dan Returnis tersebut.

“Negara harus mengembangkan peraturan yang sesuai dalam menangani isu terkait FTF dan returnis secara komprehensif dan efektif, dalam framework peraturan Internasional dan nasional. Itulah tujuan dari workshop hari ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala NCTV Pieter-Jaap Aalbersberg mengaku senang berada di Jakarta dan bertemu dengan sahabatnya, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. Lebih gembira lagi, ia bisa memperkuat kerjasama dalam penanganan terorisme.

Baca juga: Tangkis Radikalisme, Kemenag Dorong Moderasi Beragama

“Seperti yang saya katakan tadi, kerjasama internasional sangat panting dalam menangani terorisme. Saya bertemu BNPT selaku lembaga yang sudah memiliki pengalaman menangani terorisme,” kata Aalbersberg.

Ia mengungkapkan antara BNPT dan NCTV sudah memiliki MOU penanggulangan terorisme. MoU itu meliputi kerjasama semua ahli dan intelijen, deradikalisasi, pendekatan lokal.

Pihak Indonesia berharap workshop ini dapat memberikan manfaat bagi negara-negara peserta workshop dalam menangani FTF dan Returnis. Ia sendiri menyatakan siap untuk berdiskusi lebih lanjut terkait permasalahan yang dihadapi. (Ay/Antara/Berita Satu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*