rohingya2Kualalumpur, LiputanIslam.com — Badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi, UNHCR, menawarkan bantuan darurat kepada pemerintah Malaysia untuk menangani pengungsi Rohingya yang terkatung-katung di perairan Malaysia.

Lembaga itu mengatakan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan obat-obatan dan barang-barang kebutuhan lainnya kepada para pengungsi, setelah otoritas Malaysia menolak mereka masuk ke Malaysia. Pemerintah Thailand dan Indonesia juga menolak kedatangan para pengungsi yang berasal dari Myanmar itu.

Ribuan pengungsi telah berada di lautan selama berminggu-minggu setelah meninggalkan Myanmar untuk menghindari penindasan terhadap mereka. Malaysia sendiri telah menampung lebih dari 45.000 Rohingya selama setahun terakhir dan kini menyatakan tidak sanggup lagi menerima lebih banyak pengungsi.

Para pejabat UNHCR, yang kini telah berlibat dalam pendokomentasian para pengungsi itu menyatakan kekecewaan setelah ketiga negara Asean itu menolak kedatangan para pengungsi.

“Perhatian UNHCR adalah terhadap sekelompok kecil warga  Rohingyas dari Myanmar, yang membutuhkan bantuan internasional dan tidak bisa kembali lagi ke Myanmar,” demikian pernyataan UNHCR seperti dilansir BBC News, Selasa (19/5).

Sejauh ini pemerintah Malaysia belum mengajukan permintaan bantuan secara resmi kepada UNHCR.

Para pejabat Malaysia mengatakan minggu lalu sekitar 1.018 pengungsi Bangladesh dan Rohingya-Myanmar telah mendarat secara ilegal di Pulau Langkawi, setelah mereka dibuang oleh para penyelundup imigran di lautan.

Selain itu setidaknya 700 pengungsi juga telah mendarat di Aceh, minggu lalu, menambah jumlah pengungsi di provinsi itu menjadi 1.500 orang.

Para petugas dari Indonesia, Malaysia dan Thailand telah memberikan bantuan makanan dan obat-obatan sekedarnya kepada para pengungsi yang terkatung-katung di laut, sebelum akhirnya mengusir mereka pergi meninggalkan wilayahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL