Sumber: nu.or.id

Bogor, LiputanIslam.com– Para santri tamatan Ma’had Aly (Mahasantri) diharapkan menjadi ulama-ulama Indonesia masa depan. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rumadi Ahmad menilai bahwa hal itu karena untuk dapat belajar di Ma’had Aly  dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan khusus, serta prosedur yang ketat.

Demikian hal itu disampaikan Rumadi pada saat memberikan sambutan pembukaan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) di  Lembaga Bina Santri Mandiri di Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8).

“Ma’had Aly ini santrinya layak ditempatkan sebagai calon ulama masa depan, karena untuk masuk Ma’had Aly, ada kriteria khusus, beda dengan syarat masuk UIN, IAIN, atau STAIN,” ucapnya.

Para santri yang belajar di Ma’had Aly diharapkan nantinya menjadi ulama yang memegang otoritas keulamaan di Indonesia. Tentunya, dengan catatan memiliki keilmuan keagamaan yang mumpuni dan wawasan kebangsaan yang luas.

Baca: Yenny wahid Dorong Peran Aktif Para Santri

“Anda (mahasantri) paling otoritatif, makanya anda harus memiliki wawasan lain di luar khazanah keilmuan agama. Yaitu memahami wawasan kebangsaan, kalau dalam ilmu pesantren itu menjadi muharrik. Yaitu ulama yang tidak cukup bisa mengajar ngaji saja tetapi orang-orang yang bisa menggerakkan masyarakat,” tambahnya. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*