LiputanIslam.com Tamara Geraldin, caleg dari partai PDI Perjuangan untuk dapil Jateng II (Kudus, Demak, dan Jepara) melihat banyak kampanye uang selama ia blusukan ke daerah-daerah. Apalagi fenomena serangan fajar yang biasanya terjadi ketika ada pemilu. Kampanye uang menurutnya adalah tindakan yang tak lazim terjadi dalam pemilu. Masyarakat harus cerdas untuk mencegat koruptor masuk parlemen.

Kita lakukan pemilu tahun ini dengan cerdas. Besok mendekati hari H kalau ada caleg tak berwujud, wonge rak ketok, jikok dwete ojo dicoblos wonge. Cegat koruptor masuk parlemen, ucapnya pada Jumat (5/4).

Seringkali terjadi fenomena yang mana calon legislatornya tidak pernah turun berhadapan langsung dengan masyarakat, tidak pernah blusukan, namun tim suksesnya melakukan kampanye uang pada dini hari waktu jadwal pencoblosan tiba. Pemilu bagi caleg seperti ini bukan nyaleg tapi nyari proyek.

Tambahnya, masyarakat harus menyadari bahwa yang menciptakan maling selama ini yang masyarakat sendiri, masyarakat yang tergiur dengan amplop caleg.

Tamara berharap agar semua masyarakat desa yang ia kunjungi bisa lebih cerdas pada pemilu tahun ini, lebih cerdas dari maling dan lebih cerdas dalam menangkal hoax. (Ayu/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*