karacahiKarachi, LiputanIslam.com — Tembak-menembak dilaporkan kembali terjadi di bandara internasional Karachi, Pakistan, Senin (9/6). Ini setelah sebelumnya militer mengklaim telah berhasil menguasai bandara tersebut dari kelompok militan yang menyerbunya pada hari Minggu (8/6) yang menewaskan 23 orang. Militer mengklaim berhasil membunuh 10 militan.

Beberapa orang dikabarkan mengalami luka-luka dalam tembak-menembak terbaru, termasuk seorang polisi. Kelompok Taliban Pakistan mengaku sebagai pelaku serangan-serangan tersebut.

“Kami melakukan serangan terhadap Bandara Karachi sebagai pesan kepada pemerintah Pakistan bahwa kami “masih hidup” untuk membalas pembunuhan-pembunuhan terhadap warga sipil di desa-desa mereka,” kata Shahidullah Shahid, jubir Taliban Pakistan sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Gubernur Provinsi Sindh, Qaim Ali Shah, mengatakan bahwa para penyerang adalah orang-orang yang “terlatih”, dan serangan dilakukan melalui perencanaan yang ketat. Namun ia mengklaim para penyerang gagal menghancurkan beberapa pesawat yang mereka incar.

Para pejabat menyebutkan bahwa pertempuran sengit antara anggota kelompok militan dengan pasukan keamanan Pakistan berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Akibat serangan ini seluruh operasional bandara dihentikan dan semua penerbangan dialihkan ke bandara lainnya.

Militer Pakistan menyebutkan bahwa kelompok penyerang terdiri dari 10 orang terbagi dalam 2 kelompok. Mereka masuk ke bandara dengan menggunakan kartu pengenal palsu pada Minggu malam (8/6). Selanjutnya mereka menyerang aparat keamanan di terminal lama yang digunakan untuk kargo dan penumpang khusus.

Setelah melalui pertempuran sengit aparat keamanan berhasil menembak mati 7 militan, 3 sisanya meledakkan diri dengan bom yang dibawanya.

Beberapa laporan awal menyebutan bahwa sebagian penyerang adalah warga asing.

Selama lebih dari 10 tahun Pakistan berperang melawan kelompok-kelompok militan yang menyatukan diri dalam kelompok Taliban Pakistan. Meski demikian Perdana Menteri Nawaz Sharif berupaya mencari penyelesaian damai dengan mereka dengan menginisiasi pembicaraan damai dengan kelompok militan, meski saat ini inisiatif tersebut mengalami kegagalan.

Dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini Sharif menyatakan harapannya bahwa perundingan damai dengan Taliban akan berhasil mengakhiri konflik. Sebagian warga Pakistan menolak perundingan tersebut dan memuntut pemerintah bertindak tegas terhadap para teroris.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL