miranshahMiranshah, LiputanIslam.com — Kelompok Taliban Pakistan meninggalkan kota yang selama ini menjadi markas utama mereka, Miranshah, menjadi kota mati.

Tiga minggu setelah operasi militer besar-besaran oleh pasukan Pakistan, otoritas Pakistan mengijinkan media massa meliput kondisi kota Miranshah. Demikian laporan BBC yang turut meliput kondisi kota tersebut, Kamis (10/7).

“Di beberapa kios jaket-jaket bom bunuh diri tampak dijajakan untuk dijual,” tulis BBC dalam laporannya.

“Saat helikopter kami berputar di kota utama di Waziristan Utara itu, tidak satu orang pun tampak di bazar-bazar dan pasar-pasar. Kota ini seperti kota hantu,” tambah laporan tersebut.

Dari pengamatan, tampak seluruh penduduk kota itu telah melarikan diri dengan terburu-buru. Di beberapa bagian tampak banyak toko yang masih setengah terbuka dengan barang-barang dagangannya terjejer rapi. Belasan senjata api juta tergeletak di berbagai sudut kota.

“Seekor keledai adalah satu-satunya mahluk hidup yang ditemukan,” tambahnya.

Sebelum ditinggalkan, Miranshah adalah markas besar kelompok Taliban Pakistan dan kelompok-kelompok militan lainnya yang beroperasi di sekitar perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Namun sejak bulan lalu militer Pakistan melancarkan operasi militer besar-besaran untuk menghancurkan kekuatan kelompok-kelompok militan, menyusul aksi mereka menyerang Bandara Karachi yang menewaskan puluhan aparat keamanan dan pegawai bandara.

Setelah pemboman besar-besaran, offensif militer diikuti oleh serbuan pasukan darat, meski ada berbagai laporan yang menyebutkan pemerintah telah mengijinkan kelompok-kelompok militan tersebut melarikan diri sebelum diserang.

Meski Miranshah telah ditinggalkan, militer mengatakan tugas berat masih harus dilakukan untuk membersihkan seluruh wilayah Waziristan utara dari kelompok-kelompok militan. Ranjau dan jebakan-jebakan telah ditinggalkan militan disamping serangan roket yang sesekali dilakukan mereka terhadap pos-pos militer.

Mayjend Zaffar Khan, panglima militer yang memimpin operasi militer Pakistan mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya telah menghancurkan komando utama dan pusat kendali kelompok-kelompok militan.

“Waziristan adalah pusat dari terorisme. Kelompok-kelompok dari berbagai warna berbasis di sini. Penduduk lokal menjadi tawanan mereka,” kata Zaffar Khan.

Jendral Zaffar pun bertekad untuk tidak membiarkan kelompok-kelompok militan itu kembali.

Militer menunjukkan kepada para jurnalis itu sejumlah pabrik pembuat bom daya ledak tinggi (IED), pusat komando dan tempat tinggal para militan di lantai dasar masjid.

Di tempat ini ditemukan tidak saja senjata-senjata dan amunisi, namun juga sejumlah uang kertas asing.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL