Site of suicide attack near KabulKabul, LiputanIslam.com — Gerilyawan Taliban menembakkan roket ke Bandara Kabul, Kamis (3/7), menghancurkan helikopter presiden Afghanistan yang diparkir dan merusak tiga helikopter lainnya. Demikian keterangan pejabat Afghanistan kepada kantor berita AFP.

Dua roket yang meledak itu tidak menimbulkan korban di bandara, yang merupakan pangkalan besar NATO serta terminal penerbangan sipil ke kota-kota seperti Dubai, New Delhi dan Istanbul.

“Tiga helikopter mengalami kerusakan dan dapat diperbaiki, sementara helikopter Presiden Hamid Karzai hancur,” kata Mayor Jenderal Afzal Aman, direktur jenderal operasi militer, kepada AFP.

Kepala bandara Mohammad Yaqub Rassouli, mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran telah bergegas untuk memadamkan kobaran api di hanggar dan beberapa penerbangan dihentikan.

Sementara itu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, di tempat yang dijaga ketat yang telah beberapa kali menjadi target pada beberapa tahun belakangan ini, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui email yang dikirim kepada AFP.

“Ada korban jiwa dan kerugian finansial, dan beberapa pesawat yang terbakar,” kata jubir Taliban itu.

Namun sudah biasa Taliban membesar-besarkan dampak serangan mereka.

Penyerangan terjadi sehari setelah seorang pembom bunuh diri Taliban di Kabul menewaskan delapan perwira militer, yang sedang bepergian dengan bus militer.

Ibu kota Afghanistan telah relatif damai sejak Pemilu Presiden pada tanggal 14 Juni lalu, meskipun ada demonstrasi di jalanan saat politisi terlibat dalam sengketa kecurangan pemilu.

Semua pasukan tempur NATO akan meninggalkan Afghanistan pada Desember tahuh ini, dengan sekitar 10.000 tentara AS akan tinggal hingga tahun depan jika presiden baru menandatangani kesepakatan keamanan dengan Washington.

44 Taliban Tewas
Di sisi lain sebanyak 44 gerilyawan Taliban dinyatakan tewas dalam serangkaian operasi militer di Afghanistan sejak Kamis pagi (3/7). Demikian keterangan kementrian dalam negeri Afghanistan, Jumat pagi (4/7).

“Selama 24 jam belakangan, personel dinas intelijen, militer dan polisi melancarkan operasi pembersihan di Provinsi Nangarhar, Kunduz, Logar, Paktiya dan Helmand, menewaskan 44 gerilyawan Taliban bersenjata, melukai enam orang dan empat orang ditahan,” kata kementrian dalam negeri dalam keterangannya.

Sejumlah besar senjata milik Taliban juga berhasil disita atau dihancurkan. Tambah keterangan tersebut. Namun tidak ada penjelasan apakah ada korban jiwa di pihak pasukan keamanan, demikian laporan Xinhua.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL