BokoHaram2Gwoza Borno, Liputanislam.com — Gubernur Borno, Nigeria, Kashim Shettima membantah tuduhan bahwa hanya orang-orang Kristen yang menjadi target serangan yang terjadi pada masyarakat Izge, wilayah Gwoza, oleh sekelompok militan muslim bersenjata Boko Haram.

Berbicara di Gwoza Rabu (19/2), Al-hajj Idrissa Timta, Shettima mengatakan bahwa masyarakat yang diserang mayoritas berpenduduk muslim. Ia juga meminta masyarakat Nigeria untuk melihat Boko Haram sebagai musuh bersama dan tidak melihatnya sebagai aliran agama seperti yang selama ini diyakini.

“Laporan mengenai pembunuhan massal orang-orang Kristen di Izge adalah tidak benar karena Izge didominasi Muslim dan sebagian besar korban adalah orang-orang Islam,” ungkap Shettima pada News Agency of Nigeria (NAN)

“Apa yang terjadi bukanlah perang etnis keagamaan. Boko Haram jelas-jelas kegilaan yang harus dikecam oleh seluruh penduduk Nigeria”.

Ia menyayangkan terjadinya korban jiwa dan rusaknya bagunan karena serangan tersebut, namun berjanji bahwa pemerintah Borno akan menggantinya.

“Apa yang terjadi pada kalian adalah bencana bagi seluruh masyarakat Borno,” ungkapnya. ”Kami berdoa Tuhan memberikan ketabahan bagi yang yang ditinggalkan”.

Dalam kesempatan tersebut Emir Timta mengungkapkan bahwa serangan semacam ini telah sering dialami warganya.

“Gwoza adalah wilayah terparah yang menjadi korban serangan Boko Haram. Beberapa bulan lalu mereka juga berusaha menyerang istana saya, namun karena hal itu tidak bisa mereka lakukan, mereka kemudian menumpahkan kemarahan mereka dengan menyerang peternakan saya dan menghancurkan segalanya,” ungkap sang Emir mengeluhkan bagaimana penduduk desa harus hidup setiap harinya dalam ketakutan dan ancaman pembunuhan.

Lebih dari 50 orang dinyatakan meninggal pada Sabtu malam (15/2), ketika kelompok militan bersenjata Boko Haram menyerang desa Izge, menembaki warga dengan membabi buta, menyembelihi mereka, dan mencegat siapa saja yang berusaha melarikan diri dalam serangan mematikan 5 jam tersebut.

Angka kematian bertambah menjadi 100 seiring bertambahnya korban meninggal di rumah sakit University of Maidugiri Teaching.(lb/Nigeria’70/DailyTimesNG)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL