Amman, LiputanIslam.com–Badan PBB yang membantu jutaan pengungsi Palestina di Timur Tengah terpaksa memberhentikan lebih dari 100 karyawan di Yordania karena tidak lagi mendapat kiriman dana dari AS.

Badan bernama United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) itu mengumumkan pemberhentian karyawan pada Selasa (16/1/18), seperti dilaporkan oleh koran berita Yordania, al-Ghad.

UNRWA memulai tahun 2018 dengan defisit anggaran $ 174 juta, yang dikhawatirkan akan semakin buruk di waktu mendatang.

Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah AS mengancam akan memotong dana bantuan kepada UNRWA. Menurut data dari Associated Press, AS biasanya menggelontorkan dana sekitar $355 juta per-tahun kepada UNRWA, atau sekitar 1/3 anggaran badan itu.

“Pemerintah [AS] bersiap menahan puluhan juta dollar dari kontribusi pertama tahun ini, dan memotong dana $125 juta hingga setengahnya atau mungkin keseluruhannya,” lapor AP, mengutip pengumuman dari pejabat AS di Washington pada minggu ini.

Israel telah memicu gelombang pengungsi Palestina yang berjumlah ratusan ribu sejak mereka memproklamasikan pendirian negara pada tahun 1948. Sejak itu, banyak pengungsi Palestina tersebar di kamp-kamp padat di Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta Yordania dan Lebanon.

Yordania sendiri menampung sekitar 350.000 pengungsi di 13 kamp.

Sementara itu, PM Israel  Benjamin Netanyahu mengaku ingin organisasi UNRWA ditutup secara penuh. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*