kapal perang taiwanTaipeh, LiputanIslam.com — Taiwan menggelar latihan militer, Rabu (27/1), terkait ketegangan dengan Cina akhir-akhir ini menyusul pemilihan umum yang dimenangkan kelompok anti-Cina. Namun pimpinan Angkatan Laut Taiwan mengatakan bahwa negara pulau tersebut dalam keadaan aman.

Latihan itu merupakan yang pertama sejak Tsai Ing Wen yang berasal dari Partai Progresif Demokratrik (DPP) yang dikenal anti-Cina menyapu kemenangan dalam pemilihan umum awal bulan ini. Dia mengalahkan partai Kuomintang (KMT) yang cenderung ke Beijing, mengakhiri pendekatan dengan Cina yang telah berjalan selama delapan tahun.

Pada hari Rabu, angkatan laut Taiwan mengerahkan delapan kapal perang dan menembakkan suar dari kapal pembawa misil pada saat latihan di perairan lepas pantai Tsoying di bagian selatan Taiwan yang menjadi lokasi markas besar Angkatan Laut Taiwan. Demikian Antara melaporkan hari ini.

Itu merupakan hari kedua dan terakhir latihan yang memperlihatkan sekelompok pasukan katak elit yang mendarat di pantai pulau Kinmen dengan menggunakan perahu motor pada Selasa (26/1). Kinmen adalah sebuah pulau luar yang dikuasai oleh Taiwan dekat dengan Kota Xiamen, bagian tenggara Cina.

Satu armada pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon juga diterbangkan dalam latihan lainnya pada hari Selasa di pangkalan udara Chiayi di bagian selatan.

“Mendekati hari besar Imlek , penduduk negara kami dapat menenangkan diri bahwa kami dapat mempertahankan perdamaian di Selat Taiwan,” ujar Wakil Admiral Tsai Hung Tu, pejabat senior Angkatan Laut kepada media.

Latihan-latihan militer dilakukan secara rutin oleh Taiwan sebelum libur Hari Besar Imlek yang akan jatuh pada Februari tahun ini.

Meskipun Tsai telah menyebutkan akan mempertahankan status quo dengan Beijing, hubungan antara keduanya diperkirakan akan mendingin dikarenakan DPP sebenarnya sebuah partai yang pro-kemerdekaan. Partai itu tidak mengakui bahwa Taiwan merupakan bagian dari “satu Cina,” sebuah prinsip yang dituntut Beijing.

Taiwan menjalankan pemerintahannya sendiri setelah berpisah dari Cina pada 1949 menyusul sebuah perang saudara, namun belum pernah mendeklarasikan kemerdekaannya secara resmi. Beijing masih menganggapnya sebagai bagian dari wilayahnya yang harus disatukan kembali.

Media CCTV milik pemerintah Cina pada minggu lalu menerbitkan sebuah rekaman yang mereka sebut sebagai latihan militer yang dilakukan angkatan bersenjata Cina paska pemilihan umum, dilakukan di lepas pantai bagian tenggara Cina daratan dekat Taiwan.

Kementerian pertahanan Taiwan menyangkal rekaman tersebut dan menyebut video tersebut hanyalah gabungan dari rekaman-rekaman sebelumnya. Seorang pejabat kementerian pertahanan Taiwan yang tidak menyebutkan namanya berkata kepada media bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari perang psikologis Beijing terhadap Taiwan.

Cina memiliki 1.500 misil yang diarahkan ke Taiwan, demikian menurut kementerian pertahanan Taiwan. Cina telah menembakkan misil uji coba ke arah Selat Taiwan untuk menakut-nakuti para pemilih yang akan melakukan pemilihan umum demokratis pertama pulau itu pada 1996 lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL