taiwan spratlyTaipei, LiputanIslam.com — Taiwan akan meningkatkan kehadiran angkatan laut di wilayah sengketa Laut Cina Selatan, Kepulauan Spratly. Demikian pernyataan komandan angkatan laut Taiwan, hari Rabu (13/10).

Taiwan sangat serius dengan klaimnya atas wilayah itu sehingga rela mengorbankan perdagangan senilai 5 miliar dollar setiap tahun dengan Cina. Sementara itu Cina, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei memiliki pengakuan yang tumpang tindih atas wilayah itu.

Kepala angkatan laut Taiwan, Wang Chung-yi, mengatakan pembangunan pelabuhan Taiwan di pulau Itu Aba atau yang dikenal dengan Taiping di Taiwan, dilaksanakan sesuai dengan jalurnya dan pelabuhan tersebut akan mendukung penempatan kapal bermuatan 100 ton secara tetap serta memungkinkan kapal 2.000 hingga 3.000 ton merapat ke dermaga.

Pelabuhan yang dilengkapi dengan lapangan terbang dan rumah sakit ini merupakan bagian dari upaya Taiwan dalam meningkatkan bantuan kemanusiaan.

“Ketika pelabuhannya selesai, para pekerjanya juga akan ditambahkan sekitar 30 sampai 40 orang, termasuk pegawai di darat dan laut,” kata Wang kepada wartawan seperti dilansir Antara, Kamis (15/10).

Pada saat ini, pulau Itu Aba dijaga sekitar 180 orang, 150 di antaranya dari anggota badan tersebut, marinir terlatih, yang mengawasi wilayah 46 hektar pulau itu sejak 2000.

Itu Aba juga merupakan pulau keempat terbesar di Spartly setelah proyek reklamasi lahan Cina pada tiga zona perairan, yakni “Mischief Reef”, “Fiery Cross Reef” dan “Subi Reef”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL