Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menyatakan tujuh tahun ke depan desa-desa berpotensi menyumbang Gross Domestic Product (GDP) Indonesia sebesar 1,2 hingga 1,4 Triliun dolar Amerika Serikat (AS).

Eko menyebutkan, dalam empat tahun terakhir pendapatan masyarakat desa meningkat dari Rp 572 ribu per kapita per bulan pada Tahun 2014 menjadi Rp 804 ribu per kapita per bulan pada tahun 2018.

Baca: Mendes: Dana Desa Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

Dengan melihat peningkatan tersebut, dia memprediksi tujuh tahun lagi pendapatan masyarakat desa per kapita bisa mencapai Rp 2 juta. Jika hal ini terjadi, kontribusi desa terhadap GDP bisa mencapai sebesar 1,2-1,4 triliun dolar AS.

“Apa artinya, Indonesia itu negara besar. Sekarang penduduk desa ada 120 juta jiwa. Tujuh tahun lagi mungkin ada 150 juta. Kalau income (pendapatan) per kapita Rp 2 juta, itu artinya desa punya pendapatan Rp 300 triliun per bulan, itu akan menciptakan daya beli Rp 1.500 triliun satu bulan atau Rp 18 ribu triliun satu tahun. Kalau itu terjadi artinya desa mampu mengkontribusikan GDP sebesar 1,2-1,4 triliun dolar AS atau lebih besar dari total GDP Indonesia saat ini,” jelas dia, Kamis (4/7).

Selain itu, menurutnya, desa-desa berkontribusi menurunkan angka stunting Indonesia dari angka 37 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada tahun 2018.

Adapun salah satu pendorong peningkatan pendapatan masyarakat desa adalah pembangunan infrastruktur yang dilakukan dengan dana desa. Dalam empat tahun terakhir, dana desa mampu membangun jalan sepanjang 191.600 kilometer.

“Ada yang bilang ini empat kali mengelilingi dunia. Tapi Indonesia negara besar, 191.600 Kilometer kalau dibagi lebih dari 74 ribu desa dibagi 4 tahun, per desa hanya membangun 600 meter jalan per tahun,” ujarnya. (sh/liputan6/republika)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*