Washington, LiputanIslam.com–Polisi AS dilaporkan telah membunuh 492  orang selama paruh pertama tahun 2017. Diperkirakan, akan ada 1000 korban yang tewas di akhir tahun ini.

Menurut laporan dari The Washington Post pada Sabtu (1/7/17), jumlah kematian terhitung pada tanggal 16 Juni 2017 hampir sama dengan tahun lalu.

“Angka ini memperlihatkan kepada kita bahwa pembunuhan oleh petugas polisi selalu konstan sepanjang waktu,” kata Geoffrey Alpert, kriminologis di  Universitas South Carolina, yang telah meneliti penembakan fatal oleh polisi AS sejak tahun 2015.

“Di beberapa tempat, [angka kasus] naik dan turun, namun itu masih masuk rata-rata. Inilah kondisi masyarakat kita di abad ke-21.”

Proyek penelitian oleh Alpert  ini diawali sejak kematian remaja berumur 18 tahun, Michael Brown, di Ferguson, Missouri pada Agustus 2014 silam. Ia telah menemukan jumlah kasus yang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan yang ditemukan oleh FBI.

Menurut berbagai studi, orang-orang Afrika-Amerika lebih sering menjadi korban pembunuhan, penangkapan, dan penahanan oleh polisi dibandingkan ras lainnya. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL