mata-uang-dolar-as-_131130064011-300Jakarta, LiputanIslam.com — Indonesia terbelit hutang ribuan triliun, namun tabungan orang-orng kaya Indonesia di Singapura berjibun. Dari keterangan Direktur Utama PT Bank Mandiri, Budi G Sadikin, dinyatakan  bahwa dana orang-orang kaya Indonesia secara individu sebanyak 150 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 1.500 triliun. Jumlah itu setara dengan APBN Indonesia tahun 2013.

Lanjut Budi, jumlah tersebut belum termasuk tabungan korporasi atau perusahaan. Jika ditambahkan dengan nasabah korporasi, maka nilainya mencapai sekitar 300 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 3.000 triliun.

“Itu sama dengan total DPK (dana pihak ketiga) perbankan Indonesia. Itu menunjukkan size yang besar sekali,” ujarnya, sepert dilansir Kompas, 26 Agustus 2014.

Menurut Budi, jika dana tersebut bisa ditarik ke Indonesia, maka akan sangat membantu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kredit nasional. Namun, kata Budi, orang-orang kaya lebih senang menyimpan uang di Singapura karena di Indonesia terbentur masalah legal dan pajak.

“Kalau kita lakukan apapun, tapi kita enggak perbaiki legal system dan pajak, kita enggak kompetitif. Pasti mereka akan keluar. Tapi ada yang bisa dilakukan, yakni kita menghimbaulah yang memiliki dana di luar negeri  (agar kembali ke sini),” jelas Budi.

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Juni 2014 tercatat mengalami peningkatan USD 8,6 miliar. Sehingga, total hutang menjadi sejumlah USD284,9 miliar atau setara Rp3.133,90 triliun.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada dalam taraf aman. Menurutnya, jangan melihat hutang dari besarnya angka, namun harus dilihat dari rasio. (Baca: Hutang Indonesia Membengkak, Chairul: Tak Masalah)

“Jangan melihat angka. Lihatlah dari debt to GDP ratio,” ujarnya di kantornya, Rabu, 20 Agustus 2014.

Menurut Chairul, pertumbuhan positif dalam negeri serta masih kuatnya cadangan devisa negara membuat pemerintah tidak khawatir akan adanya gangguan berarti terhadap perekonomian yang dipicu oleh jumlah utang.

“Kan, ekonomi makin besar, utang makin besar enggak ada masalah,” katanya. (ba)
 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL