Syekh Ghonam (kedua dari kanan)

Syekh Ghonam (kedua dari kanan)

Bandung, LiputanIslam.com—Ulama Sunni asal Lebanon, Syekh Dr. Thoriq Ghonam, mengingatkan agar kaum Muslimin Indonesia membentengi diri dari ajaran-ajaran radikal, agar Indonesia tidak terjebak dalam konflik berdarah seperti di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Syekh Ghonam dalam acara Halaqoh Internasional ke-4 Kiai Pondok Pesantren Aswaja pada hari Ahad (30/4) di Ponpes Al Falah, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

“Ajaran-ajaran ekstrim umumnya masuk ke pikiran anak-anak muda, pertama-tama dengan merusak akidah. Inilah yang harus kita perhatikan baik-baik. Kalau orang sudah berubah pikirannya ke arah akidah yang menyimpang, mudah bagi mereka untuk membunuh anak kecil, orang tak berdaya, perempuan, menghancurkan masjid dan makam para wali,” ujar Syekh Ghonam.

Karena itu, dia menyerukan kepada ulama, pemerintah, dan rakyat Indonesia untuk saling bergandengan tangan, saling bantu, jangan sampai apa yang terjadi di negara-negara Arab dimana anak-anak dibunuh dan makam para wali dihancurkan oleh kelompok radikal, terjadi juga di Indonesia.

“Ajaran radikal tidak hanya bersikap jahat kepada manusia yang masih hidup, bahkan juga terhadap mereka yang sudah meninggal,” tandasnya.

Menurut Syekh Ghonam, salah satu ciri utama ajaran radikal adalah menyatakan bahwa Allah memiliki kesamaan dengan makhluk, antara lain memiliki wujud fisik (misalnya, memiliki tangan) dan menempati ruang (memiliki tempat tinggal, seolah seperti manusia). Untuk itu, akidah yang benar harus diajarkan kepada anak-anak muda.

Di akhir pemaparannya, Syekh Ghonam mendoakan agar Indonesia selalu aman dan konflik berdarah di Timur Tengah tidak merembet ke Indonesia. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL