nuclear plantBern, LiputanIslam.com — Presiden Swiss merangkap pimpinan organisasi kerjasama Eropa (OSCE) Didier Burkhalter menyatakan keprihatinannya atas rencana AS untuk menyuplai bahan baku nuklir kepada Ukraina.

“Kami memiliki pendapat yang sama terkait dengan masalah keamanan nuklir. Keamanan nuklir merupakan masalah kunci bagi kebijakan nuklir Swiss,” tulis Burkhalter dalam suratnya kepada Vladimir Gutenev, wakil ketua parlemen Rusia.

Sebagaimana laporan BBC News, Kamis (28/8), bulan Juni lalu Gutenev mengirim surat kepada Burkhalter mengingatkannya tentang ancaman keamanan bagi negara-negara Eropa atas rencana Ukraina untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklirnya dengan menggunakan bahan baku dari AS.

Organisasi nuklir dunia IAEA berencana menggelar konperensi awal tahun depan. Terkait dengan hal ini Presiden Swiss mengingatkan bahwa negaranya telah mengajukan proposal perubahan Konvensi Keamanan NUklir. Ia juga menyambut bantuan Rusia dalam persiapan konperensi IAEA.

Namun mengenai isu nuklir Ukraina itu, ia menyarankan untuk ditangani terlebih dahulu oleh pemerintah Ukraina. Menurutnya OSCE tidak berwenang menangani masalah keamanan nuklir, melainkan tanggungjawab IAEA.

Hari Rabu (27/8) Menlu Rusian Sergei Lavrov mengatakan bahwa Rusia harus mendapat informasi atas semua upaya Ukraina untuk menggunakan bahan baku nuklir barat di rektor-reaktor nuklir buatan Rusia/Uni Sovyet.

Perusahaan nuklir AS Westinghouse dikabarkan tengah berupaya mendapatkan banyak kontrak pengadaan bahan baku nuklir di Eropa, termasuk Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL