assangeStockholm, LiputanIslam.com — Sebuah pengadilan Swedia menolak permohonan banding pendiri Wikileaks, Julian Assange, untuk tidak menangkapnya karena tuduhan tindakan pelecehan seksual. Kantor berita BBC News melaporkan, Senin (11/5).

Perintah penangkapan itu dikeluarkan pengadilan Swedia tahun 2010 lalu atas tuduhan dua kasus serangan seksual yang dilakukan Assange. Assange telah membantah tuduhan itu, namun harus bersembunyi di Kedubes Ekuador di London sejak tahun 2012 untuk menghindari penangkapan.

Para penyidik Swedia dikabarkan tengah berencana untuk terbang ke London untuk memeriksa Assange.

Mahkamah Agung Swedia mengatakan, ‘tidak ada alasan untuk mencabut perintah penangkapan karena langkah untuk memeriksa Assange di London telah disiapkan’.

Pengacara Assange, Per Samuelson, kepada Reuters mengungkapkan kekecewaannya atas langkah pengadilan Swedia itu.

“Kami tentu saja kecewa dan mengkritik cara Pengadilan Swedia menangani masalah ini. Keputusan itu diambil tanpa memberikan kami menyampaikan argumen,” katanya.

Assange (43 tahun) yang adalah warga Australia, kini tinggal di sebuah kamar suite kecil di Kedubes Ekuador di London untuk menghindari penangkapan dan ekstradisi ke Swedia.

Assange dituduh melakukan aksi pelecehan terahadap 2 orang wanita yang ia temui dalam sebuah kunjungan ke Swedia pada bulan Agustus 2010. Ia menuduh keduanya adalah bagian dari tim yang bermaksud menangkap dan mengekstradisikan dirinya ke AS karena tindakannya membocorkan rahasia AS.

Namun, hingga saat ini pemerintah AS tidak pernah mengajukan tuntutan hukum resmi dan meminta pemerintah Inggris untuk mengekstradisikannya ke AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL