kapal swedia2Stockholm, LiputanIslam.com — Swedia menghentikan operasi pencarian terhadap apa yang telah disebut-sebut media Swedia sebagai “kapal selam Rusia” yang dilaporkan terlihat di perairan Kepulauan Stockholm minggu lalu.

Meski telah mendapatkan bantahan resmi dari Rusia, kapal-kapal dan pesawat pencari Swedia melakukan operasi intensif untuk mencari kapal selam tersebut selama seminggu penuh. Operasi ini bahkan disebut-sebut sebagai operasi militer terbesar sejak era Perang Dingin. Demikian BBC News melaporkan, Jumat (24/10).

Jubir militer Swedia Rear Admiral Anders Grenstad, dalam pernyataan yang dikeluarkan militer Swedia hari Jumat mengatakan, “Kami memperhitungkan bahwa kapal yang telah melanggar wilayah kami kini telah pergi.”

Ia menambahkan bahwa kapal-kapal perang besar yang terlibat dalam operasi pencarian telah kembali ke pangkalannya. Namun kapal-kapal yang lebih kecil akan tetap berada di area pencarian di perairan sebelah timur Stockholm.

Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan kapal selam asing yang telah memasuki wilayah Swedia berjumlah lebih dari satu, namun berukuran kecil.

Otoritas Swedia tidak menyinggung negara mana yang diduga sebagai pemilik kapal-kapal selam misterius itu. Namun media-media Swedia menyebutnya sebagai kapal selam Rusia.

Terkait dengan operasi pencarian itu, militer Swedia telah mengaku bersalah telah merilis gambar penampakan kapal selam misterius itu yang dikirimkan oleh seorang saksi mata yang ternyata adalah gambar palsu. Sementara Rusia sendiri telah membantah tuduhan keterlibatan kapal selamnya dalam pelanggaran wilayah Swedia itu.

Dalam operasi pencarian itu juga dilibatkan kapal-kapal dan helikopter-heliopter pencari terbaru milik militer Swedia.

Swedia bukan anggota NATO, namun memiliki hubungan erat dengan aliansi militer Amerika Utara itu. Selama era Perang Dingin, kapal-kapal selam Rusia beberapa kali melanggar wilayah Swedia dan menimbulkan ketegangan di kawasan Laut Baltik.

Seiring ketegangan yang tengah berlangsung di Ukraina, pesawat-pesawat dan kapal-kapal NATO dan Rusia telah berulangkali terlibat aksi pelanggaran perbatasan, meski tidak sampai berujung pada tembak-menembak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL