IPod_5G,_nano_2G,_shuffle_2GJakarta, LiputanIslam.com — KPK menetapkan, iPod Shuffle suvenir pesta pernikahan anak Nurhadi, Sekretaris MA, jadi milik negara. Cendera mata itu total senilai Rp 1,7 miliar.

Giri Suprapdiono, Direktur Gratifikasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan, setidaknya ada tiga alasan mengapa suvenir iPod yang diberikan kepada sejumlah hakim saat resepsi pesta pernikahan anak Nurhadi, di Hotel Mulia, Jakarta, pada Sabtu (15/3), harus menjadi milik negara.

Pertama, hakim memiliki kedudukan istimewa, sehingga standar etika juga lebih tinggi. Dalam kode etik hakim, para pengadil itu dilarang menerima pemberian, berapapun nilainya jika terkait perkara dan ada konflik kepentingan.

“Adapun pemberian dari acara kultural dibatasi nilainya, yaitu maksimal Rp 500 ribu,” kata Giri.

Kedua, setelah dilakukan kajian, KPK menemukan nilai dan harga iPod dari sisi penerima dan harga pasar adalah Rp 699 ribu. “Bahkan dari harga ketika dibelipun lebih dari Rp 500 ribu, karena ada biaya lainnya,” sambungnya. Nurhadi sendiri sebelumnya mengklaim, harga per unit iPod yang dibeli sebagai cendera mata kepada para tamu undangan pesta pernikahan anaknya itu di bawah Rp 500 ribu.

“Sedangkan alasan ketiga, yakni mempertimbangkan unsur moral dan kepatutan etika pejabat dan pegawai negeri agar menjadi teladan dan tidak melukai rasa keadilan masyarakat, sebagaimana slogan penegakan hukum “Demi Keadilan,” paparnya. Dia menambahkan, sejauh ini, sudah ada 256 orang yang menyerahkan iPod itu kepada KPK. Dari jumlah itu, kata Giri, sebanyak 236 orang di antaranya adalah hakim.

Direktur Gratifikasi KPK itu pun meminta kepada semua hakim yang menerima suvenir iPod untuk segera melapor, paling lambat tujuh hari kerja. Dan sudah harus diserahkan ke negara setelah pimpinan KPK mengeluarkan surat keputusan terkait hal itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara dinilai terlalu mewah, suvenir pernikahan anak Nurhadi, sempat memicu konroversi. Di dalam undangan yang diterima para tamu terdapat kartu (seperti ATM) yang menggunakan barcode. Kartu itulah yang kemudian ditukarkan dengan suvenir sebuah iPod Shuffle yang harganya diduga sekitar Rp 700 ribu. Padahal Nurhadi menyebar sekitar 2.500 undangan, sehingga diperkirakan untuk dana suvenir saja bisa mencapai Rp 1,7 miliar.(ca/nefosnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL