London, LiputanIslam.com—Lebih dari setengah warga Inggris tidak mengetahui apapun tentang agresi militer Arab Saudi terhadap Yaman, ketika Inggris sendiri merupakan pendukung utama agresi militer yang telah membunuh ribuan penduduk sipil.

Berdasarkan survey yang dikeluarkan YouGov, hanya 49% penduduk Inggris yang tahu tentang perang tersebut.

Angka tersebut bahkan lebih rendah di kelompok berumur 18 sampai  24 tahun, di mana hanya 37% yang mengetahui konflik Yaman.

Sebuah organisasi amal di Manchester, Human Appeal, memperingatkan bahwa ketidaksadaran publik terhadap perang menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman semakin buruk.

“Krisis di Yemen benar-benar dilupakan dan tidak dipedulikan,” kata Othman Moqbel, CEO Human Appeal.

“Kami percaya bahwa hal ini disebabkan konflik ini tidak menciptakan banyak pengungsi masuk ke Eropa dan ada kesalahan berpikir di tengah publik bahwa hanya terjadi krisis regional biasa di Yaman,”

Menurut Peter Salisbury, peneliti senior Timur Tengah dan Afrika Utara,  Inggris  merupakan sponsor utama Saudi di Dewan Keamanan PBB yang senantiasa menjustifikasi intervensi militer Saudi.

“Inggris juga penyalur senjata terbesar dan menyediakan dukungan logistik untuk tentara Saudi,” kata Salisbury dalam wawancara dengan The Independent.

“Bisa dikatakan bahwa Inggris memberikan dukungan politik untuk Saudi untuk mencegah adanya berbagai resolusi dan investigasi [terhadap krisis Yaman],” tambahnya.

Pemerintah Inggris telah mengumpulkan lebih dari £3.3 milyar dari penjualan senjata– termasuk jet perang, bomb dan misil– kepada rezim Saudi sejak  meletusnya perang di Yaman pertama kali pada tahun 2015. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL