Washington, LiputanIslam.com–Rakyat Amerika menolak hampir semua aspek dalam rencana anggaran belanja yang dibuat oleh Presiden Donald Trump karena disebut mencerminkan agenda terselubung para anggota kabinet pemerintah yang kaya raya.

Dalam survey Quinnipiac yang dirilis pada Jumat (24/03/2017), terlihat bahwa mayoritas penduduk AS menentang pemotongan anggaran oleh Trump untuk program jangka panjang pemerintah.

Responden survey menilai, anggaran sang presiden dibuat untuk meneruskan kebijakan pro-elit dan mengorbankan mereka yang paling membutuhkan yaitu anak-anak, imigran legal, guru, perawat, dan tentara Amerika yang miskin.

Survey yang diambil dari 1.056 orang dewasa ini memperlihatkan penentangan keras rakyat AS terhadap usulan anggaran Trump yang disebut “bermoral buruk” oleh Senator Bernie Sanders.

“Dengan margin luas, orang Amerika menyatakan bahwa rencana pemotongan anggaran pemerintah adalah ‘ide yang buruk’” tulis Quinnipiac.

Hasil yang didapat Quinnipiac yaitu 84% respoden menentang pemotongan anggaran untuk proyek infrastruktur; 67% untuk penelitian lingkungan dan perubahan iklim; 83% untuk program pendidikan; 66% menentang penghentian pendanaan untuk National Endowment for the Arts and the National Endowment for the Humanities, dan 79% untuk Low Income Home Energy Assistance Program.

Berdasarkan Institute for Policy Studies, sebuah badan think tank di Washington DC, mayoritas pemilih di AS setuju bahwa “pemotongan anggaran oleh Trump melukai setiap masyarakat kelas pekerja Amerika.” (ra/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL