syrian-deputy-foreign-minister-faisal-muqdad-2Genewa, LiputanIslam.com — Pemerintah Suriah menuduh oposisi dan negara-negara barat pendukungnya telah menghambat perundingan Genewa II dan menyatakan penyesalan yang mendalam atas kegagalan tercapainya kesepakatan. Demikian pernyataan Deputi Menlu Faisal Miqdad dalam konperensi pers di Damaskus, Jumat (14/2).

“Sangat disayangkan bahwa pihak lain (oposisi) datang ke perundingan dengan agenda berbeda yang tidak realistik, yang hanya berisi satu item dan secara selektif menafsirkan komunike Genewa I, dan mereka tidak bersedia membicarakan hal lain kecuali lembaga transisi,” kata Miqdad.

Menurut Miqdad, memerangi terorisme harus menjadi prioritas utama dalam pembicaraan Genewa. Namun oposisi menolak membicarakan masalan tersebut.

Miqdad juga mengecam Amerika dan sekutu-sekutunya yang telah menerapkan standar ganda terhadap terorisme, menyebut Amerika telah menolak untuk mengakui kelompok-kelompok teroris yang membantu kepentingannya di kawasan, sebagai teroris.

Pernyataan tersebut dikeluarkan pada saat pembicaraan putaran kedua Perundingan Genewa II memasuki hari terakhir. Dan perundingan mengalami jalan buntu setelah pihak oposisi menolak membicarakan masalah terorisme dan mendesakkan pada pembicaraan tentang pengunduran diri Presiden Bashar al Assad dan pembentukan pemerintahan transisi.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL